Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Rantai Pasok Alokon di Bengkulu
- 12 Sep 2026 17:46 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu — Kemendukbangga/BKKBN memperkuat manajemen rantai pasok alat dan obat kontrasepsi (alokon) untuk menjamin ketersediaannya di fasilitas pelayanan kesehatan. Penguatan tersebut dilakukan melalui pengembangan tool kuantifikasi kebutuhan dan optimalisasi aplikasi Sistem Informasi Rantai Pasok Alokon (SIRIKA) di Provinsi Bengkulu.
Kegiatan yang mendapat dukungan United Nations Population Fund (UNFPA) ini berlangsung 8 hingga 11 September 2026. Pelaksanaannya melibatkan Direktorat Bina Akses Pelayanan KB Kemendukbangga/BKKBN bersama unsur pusat dan pemangku kepentingan di daerah.
Kegiatan di Bengkulu mencakup Focus Group Discussion (FGD), wawancara mendalam serta kunjungan ke gudang alokon dan fasilitas pelayanan kesehatan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi rantai pasok sekaligus kebutuhan nyata di lapangan.
Penguatan rantai pasok alokon dinilai penting seiring meningkatnya angka kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi atau unmet need. Angkanya naik dari 11,1 persen pada 2024 menjadi 13,4 persen pada 2025, sementara pemerintah menargetkannya turun menjadi 10 persen pada 2026.
Kemendukbangga/BKKBN mendorong perbaikan pengelolaan alokon mulai dari perencanaan kebutuhan, pengadaan, distribusi dan penyimpanan hingga pelayanan di fasilitas kesehatan. Perencanaan yang lebih akurat diharapkan dapat mencegah kekurangan maupun penumpukan stok alokon di daerah.
Selain perencanaan kebutuhan, pengembangan juga diarahkan pada aplikasi SIRIKA sebagai sistem pemantauan rantai pasok alokon. Sejumlah fitur dan indikator kinerja akan dievaluasi agar data ketersediaan alokon dapat dipantau secara lebih cepat dan akurat dari tingkat pusat hingga fasilitas pelayanan kesehatan.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., bersama jajaran mengikuti pertemuan pengembangan SCM alokon di Ruang Rapat Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu, Rabu (9/9/2026). Pertemuan tersebut turut mendapat arahan Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga/BKKBN, Dr. Drs. Wahidin, M.Kes., secara virtual.
Kegiatan turut melibatkan Balai Besar POM di Bengkulu, DP3APPKB Kota Bengkulu, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu dan BPKAD Kota Bengkulu. Seluruh rangkaian Pengembangan SCM Alat dan Obat Kontrasepsi Tahun 2026 tersebut didukung melalui Program Kerja Sama UNFPA Siklus 11 Tahun 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....