Merawat Kedekatan dengan Pendengar, Kunci Radio Tetap Dicintai di Era Digital

  • 10 Sep 2026 20:41 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Di tengah derasnya perkembangan media digital, radio tetap memiliki ruang tersendiri di hati pendengarnya. Bukan hanya karena informasi dan hiburan yang disampaikan, tetapi karena suara penyiar sering kali terasa seperti teman yang hadir menemani aktivitas sehari-hari.

Bagi radio seperti RRI, kedekatan dengan pendengar bukan sesuatu yang bisa dibangun hanya dalam satu atau dua kali siaran. Hubungan tersebut tumbuh dari kebiasaan menyapa, mendengarkan cerita, merespons pesan, hingga menghadirkan program yang benar-benar memahami kebutuhan masyarakat.

Penelitian dalam Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi menjelaskan bahwa interaksi melalui media dapat membentuk hubungan parasosial, yakni perasaan kedekatan yang dirasakan seseorang terhadap figur media meskipun hubungan tersebut tidak berlangsung seperti pertemanan secara langsung. Dalam konteks radio, suara penyiar yang hadir secara rutin dapat membuat pendengar merasa mengenal karakter, gaya bicara, bahkan kebiasaan penyiar tersebut.

Karena itu, salah satu cara penting merawat kedekatan dengan pendengar adalah menghadirkan komunikasi yang hangat dan personal. Penyiar tidak cukup hanya membacakan informasi, tetapi perlu menyapa pendengar dengan bahasa yang akrab, menyebut nama mereka ketika memungkinkan, membaca pesan, menjawab pertanyaan, serta memberi ruang agar pendengar merasa benar-benar menjadi bagian dari program.

Temuan penelitian tentang komunikasi penyiar juga menunjukkan bahwa gaya komunikasi yang santai, interaktif, dan dekat dengan karakter pendengar dapat membantu meningkatkan ketertarikan audiens. Penelitian mengenai RRI Programa 4 Makassar, misalnya, menemukan bahwa gaya komunikasi yang santai dan penggunaan bahasa yang dekat dengan pendengar menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan minat terhadap program siaran, ditambah dengan pemanfaatan media sosial dan platform digital.

Kedekatan itu juga perlu dirawat melalui konsistensi. Pendengar yang setiap hari menyalakan radio sebenarnya sedang membangun sebuah rutinitas, sehingga ketika penyiar hadir dengan sapaan yang familiar dan suasana yang menyenangkan, radio perlahan menjadi bagian dari kehidupan mereka, seperti teman yang selalu ada ketika sedang bekerja, memasak, berkendara, berjualan, atau beristirahat.

Hal menarik juga terlihat dalam penelitian terbaru mengenai hubungan penyiar dan pendengar Pro 2 RRI Surabaya. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa perhatian dan respons penyiar membuat pendengar merasa didengarkan dan dihargai, sementara interaksi yang berkelanjutan dapat memperkuat kedekatan emosional antara penyiar dan pendengar.

Di era digital, kedekatan tersebut tentu tidak harus berhenti ketika siaran berakhir. WhatsApp, Instagram, Facebook, YouTube, aplikasi radio, hingga berbagai platform digital dapat menjadi ruang tambahan untuk mempertahankan percakapan dengan pendengar, sehingga hubungan yang sebelumnya hanya berlangsung melalui frekuensi radio kini bisa berlanjut di berbagai kanal.

Bagi RRI, menjaga kedekatan dengan pendengar juga berarti terus memahami perubahan kebutuhan masyarakat tanpa kehilangan karakter sebagai radio publik. Pendengar ingin mendapatkan informasi yang akurat, tetapi pada saat yang sama mereka juga ingin didengar, disapa, dilibatkan, dan merasa bahwa suara mereka memiliki tempat dalam ruang siaran.

Pada akhirnya, teknologi hanyalah alat, sementara kekuatan utama radio tetap berada pada manusia dan hubungan yang dibangun melalui komunikasi. Selama RRI mampu menghadirkan penyiar yang hangat, program yang relevan, informasi yang terpercaya, serta ruang interaksi yang terbuka, suara radio akan tetap memiliki tempat di tengah kehidupan pendengarnya.

Sumber:

  1. Parilibak, Alexander Agung Putra; Mustafa, Intan; Retu, Markus Kristian (2026).
    “Praktik Komunikasi Penyiaran dalam Membangun Kepercayaan Pendengar.” Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, Vol. 6 No. 1, hlm. 25–28.
  2. Kaluku, Muh. Zaki Rahmadi; Setiawati, Nur; Hasriani, Andi; Ishaq, Muhammad; Darmawangsa, Andi (2024).
    “Strategi Komunikasi LPP RRI Makassar Programa 4 dalam Meningkatkan Minat Pendengar.” Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik, Vol. 1 No. 5, hlm. 68–78.
  3. Prasetiawan, Muhammad Dian; Panuju, Redi; Farida (2026).
    “Musik sebagai Pemicu Interaksi: Etnografi Komunikasi tentang Dinamika Penyiar dan Pendengar Remaja di Pro 2 RRI Surabaya.” Social Science Academic, Vol. 4 No. 1, hlm. 971–986. DOI: 10.37680/ssa.10157.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....