Masihkah Menjadi Pilihan Masyarakat di tengah Gempuran Media Sosial?

  • 10 Sep 2026 09:57 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat mendapatkan informasi dan hiburan. Jika dahulu radio menjadi salah satu media utama untuk mendengarkan berita, musik, informasi lalu lintas, dan hiburan, kini masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan tersebut melalui media sosial, YouTube, layanan streaming, podcast, dan media berita daring.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), media sosial menjadi alasan terbesar masyarakat Indonesia menggunakan internet, yaitu sebesar 24,80%. Sementara itu, akses berita atau informasi terkini mencapai 15,04%, sedangkan hiburan berada di angka 14,68%.

Media sosial memiliki keunggulan karena informasi dapat diakses kapan saja tanpa harus menunggu jadwal siaran. Selain itu, pengguna dapat memilih konten sesuai minat, menikmati informasi dalam bentuk foto dan video, memberikan komentar, serta membagikannya kepada orang lain.

Suharman, selaku karyawan RRI Bengkulu, mengatakan bahwa radio masih memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, RRI yang telah hadir sejak 1945 tetap dibutuhkan, terutama oleh masyarakat di wilayah pedesaan, perkebunan, dan pelosok yang belum sepenuhnya terjangkau media digital.

“RRI sebagai lembaga penyiaran publik tetap dibutuhkan masyarakat karena mampu menjangkau wilayah yang belum tersentuh media online, termasuk masyarakat lanjut usia yang memiliki keterbatasan dalam menggunakan teknologi digital,” ujar Suherman, ketika diwawancarai pada Kamis, 10 September 2026. Radio memiliki kelebihan dalam hal jangkauan dan aksesibilitas, tetapi juga menghadapi keterbatasan karena tidak memiliki unsur visual dan tidak semua siarannya dapat diputar kembali.

Sementara itu, salah satu mahasiswa UIN FAS Bengkulu, Mutia, menilai bahwa radio saat ini kurang menarik bagi sebagian besar anak muda. “Anak muda sekarang lebih cenderung menyukai informasi yang disampaikan secara visual melalui video, gambar, dan konten digital karena dianggap lebih menarik serta mudah diakses,” ucap Mutia.

Meski menghadapi persaingan dengan media digital, radio masih memiliki peluang untuk berkembang dengan mengikuti kebiasaan masyarakat saat ini. Radio diharapkan dapat bertransformasi menjadi media audio-visual melalui media sosial, YouTube, podcast, dan platform streaming agar lebih interaktif serta mampu menarik kembali minat generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....