Harga TBS Stabil di Kisaran Rp3.000
- 09 Sep 2026 13:41 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Mukomuko - Petani kelapa sawit di Kabupaten Muko-Muko, Provinsi Bengkulu, bersyukur atas harga tandan buah segar atau TBS yang relatif stabil. Harga TBS di tingkat pabrik kini berada di kisaran Rp3.000 per kilogram, sedangkan di tingkat toke atau pengepul berkisar antara Rp2.700 hingga Rp2.800 per kilogram.
Stabilnya harga tersebut disambut positif oleh para petani. Pasalnya, harga jual TBS menjadi salah satu faktor utama yang menentukan pendapatan petani, terlebih di tengah tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk mengelola dan merawat kebun sawit.
Kondisi harga yang berada di kisaran Rp3.000 per kilogram di tingkat pabrik dinilai cukup membantu petani dalam mempertahankan usaha perkebunan mereka. Meskipun belum sepenuhnya menghilangkan beban biaya produksi, harga tersebut setidaknya memberikan kepastian bagi petani saat menjual hasil panen.
Salah seorang petani sawit di Kabupaten Muko-Muko, M Joji Novia, mengatakan kestabilan harga TBS menjadi kabar yang menggembirakan bagi petani. Menurutnya, petani selama ini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait mahalnya harga pupuk dan biaya perawatan kebun.
“Saat ini harga TBS masih terus stabil, bagi kami petani, ini tentu menjadi hal yang menggembirakan. Karena di sisi lain biaya pupuk dan perawatan kebun cukup mahal, sehingga harga TBS yang baik sangat membantu kami,” ujarnya, Rabu 9 September 2026.
Ia menjelaskan, biaya perawatan kebun menjadi salah satu pengeluaran yang cukup besar bagi petani. Selain pupuk, petani juga harus mengeluarkan biaya untuk membersihkan kebun, melakukan pemeliharaan tanaman, hingga biaya panen dan pengangkutan hasil produksi.
Dengan kondisi tersebut, harga TBS yang stabil dianggap cukup sepadan dengan biaya yang harus dikeluarkan petani. Terlebih bagi petani yang hanya memiliki lahan dengan luas terbatas dan tidak memiliki sumber pendapatan lain.
Menurut Joji, luas lahan sangat berpengaruh terhadap pendapatan petani, semakin kecil luas lahan yang dimiliki, semakin terbatas pula jumlah produksi yang bisa diperoleh dalam setiap periode panen. Karena itu, kestabilan harga menjadi sangat penting agar hasil panen yang diperoleh tetap mampu memberikan pendapatan bagi keluarga petani.
“Kalau lahan tidak terlalu luas, tentu hasilnya juga terbatas. Karena itu kami sangat berharap harga TBS bisa terus stabil, sehingga pendapatan yang kami dapatkan dari kebun tetap bisa membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya perawatan kebun,” katanya.
Petani berharap kondisi harga TBS yang saat ini relatif baik dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Mereka tidak hanya menginginkan harga yang tinggi dalam waktu singkat, tetapi juga harga yang stabil sehingga dapat menjadi dasar bagi petani dalam mengatur biaya produksi dan kebutuhan rumah tangga.
Para petani juga berharap kebijakan yang berkaitan dengan perkebunan sawit dapat benar-benar memberikan manfaat hingga ke tingkat petani. Sebab, keberlangsungan usaha perkebunan tidak hanya bergantung pada harga jual hasil panen, tetapi juga pada kemampuan petani memenuhi kebutuhan produksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....