Hari Kontrasepsi Sedunia, BKKBN Percepat Program KB-Kesehatan Reproduksi

  • 07 Sep 2026 20:01 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menggelar rangkaian peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day 2026. Kegiatan ini diarahkan untuk mempercepat capaian program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) sebagai bagian dari pembangunan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Kontrasepsi: Informasi Tepat, Pilihan Bijak, Keluarga Sehat” dengan tagar #Kontrasepsi: BeInformed BeReady BeHealthy. Momentum tersebut sekaligus menjadi upaya meningkatkan pemahaman masyarakat agar dapat memperoleh informasi dan memilih metode kontrasepsi sesuai kebutuhan.

Evaluasi program KB 2025 menunjukkan angka pemakaian kontrasepsi modern atau modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) turun dari 61,7 persen menjadi 60,8 persen. Pada periode yang sama, unmet need atau kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi meningkat menjadi 13,4 persen, sedangkan angka putus pakai kontrasepsi mencapai 23,9 persen.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN menargetkan mCPR meningkat menjadi 61,9 persen pada 2026. Selain itu, unmet need ditargetkan turun menjadi 10 persen dan persentase Pasangan Usia Subur (PUS) dengan kehamilan berisiko tinggi atau 4 Terlalu ditekan menjadi 27,7 persen.

Di Provinsi Bengkulu, rangkaian pelayanan KB serentak dimulai dengan peninjauan langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid., di Puskesmas Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Senin 7 September 2026. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari pelayanan KB serentak nasional yang berlangsung pada 7 September hingga 7 Oktober 2026.

Zamhir didampingi Ketua Tim Kerja 2 Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Else Triana Putri, S.K.M., M.A.P. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu, Dra. Rosminiarty.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelayanan berbagai metode kontrasepsi berjalan lancar dan sesuai standar mutu pelayanan kesehatan. Metode yang tersedia meliputi pil, kondom, suntik, IUD, implan, MOW hingga MOP.

Pelayanan KB serentak nasional digelar di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan dan Mobil Unit Pelayanan KB (MUYAN). Program tersebut menargetkan 1.228.004 akseptor Pasangan Usia Subur (PUS), dengan fokus pada Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan KB Pascapersalinan (KBPP).

Untuk Provinsi Bengkulu, target peserta KB baru ditetapkan sebanyak 11.991 peserta. Dari jumlah tersebut, target peserta KB baru dengan metode kontrasepsi jangka panjang mencapai 2.978 peserta dan KB Pascapersalinan sebanyak 2.925 peserta.

Rangkaian kegiatan juga mencakup intensifikasi pelayanan KB Pascapersalinan pada 15–18 September 2026 di Kota Bekasi bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Kegiatan ini diarahkan untuk memperluas cakupan KBPP, penerapan Kelas Ayah Teladan di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB), serta penguatan pencatatan Metode Amenore Laktasi (MAL).

Selanjutnya, webinar nasional KB pria akan digelar pada 24 September 2026 dengan tema “Berbagi Beban Kontrasepsi, Berbagi Peran dengan Istri: Mengenal Inovasi dan Ragam Kontrasepsi Pria”. Webinar tersebut melibatkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), dokter spesialis andrologi dan tokoh agama.

Pada 5 Oktober 2026 mendatang, Kemendukbangga/BKKBN juga menjadwalkan Kompendium Series Praktik Baik KB. Forum tersebut menjadi ruang berbagi praktik baik untuk meningkatkan kualitas konseling KB dan pemenuhan hak informasi bagi calon akseptor.

Rangkaian peringatan akan ditutup dengan acara puncak Hari Kontrasepsi Sedunia pada 7 Oktober 2026. Kegiatan tersebut akan diisi teleconference interaktif antara Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN dengan daerah serta peluncuran media KIE kesehatan reproduksi inklusif.

Media yang diluncurkan meliputi Buku Braille Kesehatan Reproduksi, Buku Edukasi Siklus Hidup dan Alat Permainan Edukatif bagi Remaja Risiko Tinggi. Melalui rangkaian tersebut, BKKBN mendorong penguatan akses informasi dan pelayanan kontrasepsi bagi masyarakat.

BKKBN mengajak masyarakat dan seluruh mitra kerja di Provinsi Bengkulu untuk mendukung peningkatan kesertaan KB dan kesehatan reproduksi. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat terwujudnya keluarga yang terencana, sehat dan sejahtera.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....