Warga Bengkulu Diminta Waspada Potensi Abu Vulkanik Gunung Krakatau

  • 07 Sep 2026 08:02 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Masyarakat Kota Bengkulu dan sekitarnya diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Krakatau. Pola pergerakan angin berpotensi membawa material debu halus melintasi wilayah Sumatera Selatan hingga Bengkulu.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi melalui Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi, terutama guna mencegah gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Debu vulkanik dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata dan kulit, kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki asma dan penyakit paru menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih.

“Kami meminta seluruh masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa harus keluar rumah, gunakan masker standar N95 atau KN95. Lindungi juga mata dengan kacamata penutup serta kenakan pakaian lengan panjang,” ujar Dedy, Senin 7 September 2026.

Warga juga diimbau menutup rapat pintu dan jendela rumah serta mengurangi celah masuknya udara dari luar. Debu yang menempel pada lantai maupun perabotan sebaiknya dibersihkan menggunakan lap basah agar tidak kembali beterbangan.

Selain kesehatan, masyarakat diminta memperhatikan kebersihan sumber air dan bahan pangan. Air yang diduga terpapar abu vulkanik perlu disaring dan dimasak hingga matang sebelum digunakan, sementara sayur dan buah yang berasal dari area terbuka harus dicuci bersih menggunakan air mengalir.

Pemilik hewan ternak juga diminta melindungi pakan dan sumber air minum ternak dari paparan abu. Masyarakat perlu mengantisipasi kemungkinan gangguan kelistrikan dengan menyiapkan penerangan darurat di rumah.

Di sektor transportasi, pengendara diminta mengurangi kecepatan karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan menjadi licin. “Terpenting adalah lindungi saluran napas dengan masker, lindungi sumber air, dan tetap tenang, jangan mudah panik atau ikut menyebarkan informasi hoaks, pastikan setiap perkembangan situasi merujuk pada data resmi yang dirilis oleh PVMBG, BMKG, dan BPBD,” kata Dedy.

Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik diimbau segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Terutama jika gejala yang dialami semakin berat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....