SAB Mahira Gelar Magang Pertanian, Peternakan dan Live In
- 06 Sep 2026 17:04 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Sekolah Alam Bengkulu (SAB) Mahira kembali melaksanakan program pembelajaran berbasis pengalaman bagi siswa SMP dan SMA. Kegiatan berupa magang pertanian, magang peternakan, dan live in tersebut dilaksanakan di sejumlah desa di Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, mulai 29 Agustus hingga 26 September 2026.
Program tersebut diikuti siswa dari beberapa jenjang dengan lokasi dan bidang kegiatan yang berbeda. Siswa kelas 1 SMP mengikuti magang pertanian di Desa Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetan, untuk mengenal secara langsung aktivitas pertanian serta kehidupan masyarakat setempat.
Sementara itu, siswa kelas 2 SMP menjalani magang peternakan di Desa Sukasari, Kecamatan Kabawetan. Para siswa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan mempelajari secara langsung aktivitas masyarakat dalam mengelola peternakan sapi, termasuk proses kerja dan tanggung jawab yang menyertainya.
Adapun siswa SMA mengikuti program live in di Desa Tugu Rejo, Kecamatan Kabawetan. Dalam program tersebut, siswa tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat seperti sekolah dan masjid disana sehingga lingkungan desa menjadi bagian dari ruang belajar mereka.
Pemilik Sekolah Alam Bengkulu Mahira, Suprapti atau yang akrab disapa Ummi Atik, memandang kegiatan belajar di luar sekolah sebagai bagian penting dalam membekali siswa dengan pengalaman kehidupan nyata. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga perlu memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan keterampilan hidup, kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan.
Konsep tersebut sejalan dengan pembelajaran yang selama ini dikembangkan SAB Mahira, yakni memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar melalui pengalaman langsung. Kegiatan magang menjadi salah satu cara untuk mempertemukan siswa dengan praktisi maupun masyarakat yang menjalankan aktivitas tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui magang pertanian dan peternakan, siswa tidak hanya belajar mengenai bagaimana tanaman dibudidayakan atau ternak sapi dipelihara. Mereka juga diajak memahami proses, kedisiplinan, kerja keras, kerja sama, serta tanggung jawab yang berada di balik aktivitas tersebut.
Program live in bagi siswa SMA juga memberikan pengalaman berbeda. Dengan tinggal di tengah masyarakat, siswa didorong untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun komunikasi, memahami kehidupan sosial masyarakat, serta belajar menyelesaikan berbagai persoalan yang mereka temui secara lebih mandiri.
Bagi Ummi Atik, pengalaman semacam ini menjadi bagian dari proses mempersiapkan anak menghadapi kehidupan sesungguhnya. Pembelajaran berbasis praktik diharapkan membuat siswa tidak sekadar mengetahui suatu pekerjaan atau kehidupan masyarakat melalui teori, tetapi mengalami dan memahami prosesnya secara langsung.
Rangkaian magang pertanian, peternakan, dan live in SAB Mahira berlangsung hingga 26 September 2026. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap siswa kembali dengan pengalaman baru yang dapat memperkuat karakter, kemandirian, keterampilan hidup, kepedulian sosial, serta kemampuan mereka dalam melihat lingkungan sekitar sebagai sumber pembelajaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....