Perajin Meubel Bertahan Ditengah Persaingan Produk Jadi
- 01 Sep 2026 10:27 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Perajin mebel lokal masih menghadapi persaingan dengan produk mebel jadi dan instan yang lebih praktis serta mudah diperoleh masyarakat. Salah satunya Herman, perajin mebel yang telah menjalankan usaha selama sekitar 15 tahun dengan membuat berbagai kebutuhan perabot rumah tangga.
Usaha tersebut dijalankan Herman sebagai pekerjaan yang diteruskan dari sebelumnya dan hingga kini tetap menjadi sumber penghasilannya. Dalam sehari, ia dapat membuat sekitar dua produk mebel, seperti lemari dan berbagai perabot rumah tangga lainnya.
Permintaan mebel saat ini mengalami sedikit penurunan akibat kondisi ekonomi masyarakat yang banyak bergantung pada sektor pertanian. "Banyak gagal panen, jadi harga sawi turun dan permintaan ke sini ikut berkurang," ujar Herman, 1 September 2026.
Persaingan dengan produk mebel instan juga menjadi tantangan karena masyarakat cenderung memilih barang yang sudah tersedia dan bisa langsung dibawa pulang. Kondisi tersebut membuat produksi mebel lokal harus menyesuaikan dengan ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja.
Herman menyebutkan, bahan baku yang digunakan saat ini salah satunya kayu bawang, namun kayu dengan kualitas bagus semakin sulit didapatkan dan harganya mengalami kenaikan. Untuk kayu ukuran sekitar dua meter, harganya kini mencapai Rp2,2 juta dengan kenaikan biaya bahan baku yang memengaruhi produksi sekitar 10 persen.
Di sisi lain, Roni, sbagai pengguna produk mebel lokal, mengatakan memilih mebel buatan perajin lokal karena dapat melihat langsung bahan yang digunakan serta meminta ukuran dan desain sesuai kebutuhan. "Kalau kita memilih mebel lokal, kita bisa meninjau langsung dari segi bahannya dan bisa request ukuran serta besar kecilnya," ujar Roni.
Roni menilai harga mebel lokal yang relatif lebih mahal tetap sebanding dengan kualitas dan ketahanannya karena biaya bahan baku serta proses pengerjaan turut memengaruhi harga. Ia berharap perajin tetap menjaga kualitas mebel lokal meski persaingan dengan produk instan dan penjualan secara online semakin ketat.
Usaha mebel diharapkan tetap bertahan di tengah persaingan produk instan dan kenaikan harga bahan baku. Ketersediaan bahan baku kayu berkualitas serta tenaga kerja juga diharapkan lebih mudah diperoleh agar produksi mebel tetap berjalan. (viki.p)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....