Pemkab Bengkulu Tengah Usulkan Pompa Air Atasi Kekeringan Sawah
- 31 Agt 2026 19:42 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu Tengah - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah mengusulkan bantuan pompa air kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Bengkulu untuk mengatasi kekeringan lahan pertanian. Usulan tersebut dilakukan setelah 31 hektare sawah di Kecamatan Talang Empat dan Pondok Kubang terdampak kemarau panjang.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah, Helmi Yuliandri mengatakan, kekeringan melanda 21 hektare sawah di Kecamatan Talang Empat dan 10 hektare di Desa Pondok Kubang. Kondisi tersebut membuat ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian menjadi terbatas.
Selain pompa air, Pemkab Bengkulu Tengah juga akan mengusulkan penambahan jaringan irigasi air tanah. Infrastruktur tersebut dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan sawah yang belum terjangkau jaringan irigasi.
Helmi menyebut Kecamatan Pondok Kelapa saat ini telah memiliki dua jaringan irigasi bawah tanah yang cukup membantu petani. Namun, kapasitas jaringan tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan air seluruh hamparan sawah.
“Penambahan jaringan irigasi bawah tanah akan kami usulkan, termasuk untuk Talang Empat dan Pondok Kubang,” kata Helmi, dikurip Senin 31 Agustus 2026. Sementara sawah di Kecamatan Karang Tinggi, Taba Penanjung dan Merigi Kelindang masih aman karena pasokan air dari jaringan irigasi masih mencukupi.
Di sisi lain, sekitar 161 hektare sawah tadah hujan di Kecamatan Pondok Kelapa telah memasuki masa panen. Pemkab khawatir petani akan kesulitan menghadapi musim tanam berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada periode Oktober-Maret.
Kondisi El Nino dan terbatasnya sumber air berpotensi membuat petani menunda musim tanam. Petani sawah tadah hujan dinilai tidak berani mengambil risiko apabila ketersediaan air belum mencukupi.
BMKG Stasiun Klimatologi Bengkulu sebelumnya mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar karena kondisi lingkungan yang kering dapat mempercepat penyebaran api.
Musim kemarau di Provinsi Bengkulu berlangsung sejak Juni dan diperkirakan berlanjut hingga Oktober 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino yang saat ini berada pada kategori kuat dan berpotensi membuat curah hujan semakin berkurang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....