Harga Daging Ayam Potong Tak Kunjung Turun, Rp50.000/kg

  • 31 Agt 2026 05:59 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID,Bintuhan - Harga daging ayam potong di Pasar Rakyat Inpres Bintuhan masih bertahan tinggi. Hingga saat ini, harga daging ayam potong berada di kisaran 50 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang Riko mengatakan tingginya harga daging ayam potong sudah berlangsung cukup lama. Kondisi tersebut membuat daya beli masyarakat cenderung menurun.

"Masih 50 ribu rupiah harga daging ayam potong. Belum turun-turun sejak 3 minggu terakhir ini," ujar Pedagang Kepada RRI Minggu 30 Agustus 2026.

Menurut pedagang, salah satu faktor yang dinilai turut memengaruhi tingginya harga ayam potong adalah meningkatnya permintaan dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Banyaknya pesanan ayam kepada distributor untuk memenuhi kebutuhan menu MBG disebut membuat pasokan ayam di pasar menjadi lebih terbatas.

Bahkan kenaikan harga daging ayam potong sudah terjadi di tingkat distributor. Riko selaku pedagang eceran hanya bisa menyesuaikan harga jualnya.

Pedagang berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi harga ayam potong di pasaran dan memastikan ketersediaan pasokan tetap mencukupi. Dengan pasokan yang stabil, pedagang berharap harga ayam dapat kembali turun sehingga tidak terlalu membebani masyarakat.

"Memang sudah lama juga harga daging ayam potong ini mahal. Sejak ada MBG harga daging ayam potong tidak pernah lagi di bawah 40 ribu rupiah per kilogram," katanya.

Kenaikan harga ayam potong ini turut dirasakan pembeli. Sejumlah konsumen mengaku harus mengurangi jumlah pembelian atau memilih bagian ayam tertentu agar pengeluaran tetap sesuai dengan kemampuan.

"Iya dari 2 minggu lalu harga daging ayam potong 50 ribu rupiah terus, tidak turun-turun. Ya saya tetap beli, tapi tadi belinya cuma setengah kilograms aja untuk campuran sayur SOP," ujar Meli salah seorang konsumen.

Harga daging ayam potong yang masih berada di harga 50 ribu per kilogram menjadi perhatian karena ayam merupakan salah satu sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat. Pedagang berharap harga segera kembali normal agar aktivitas jual beli di pasar dapat berjalan seperti biasa dan konsumen tidak semakin terbebani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....