Kaset Lawas Bertahan di tengah Perubahan Musik Digital

  • 27 Agt 2026 14:32 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat menikmati musik. Jika dahulu lagu didengarkan melalui kaset pita dan keping Compact Disc (CD), kini musik dapat diakses melalui berbagai platform digital hanya dengan menggunakan telepon pintar.

Meski penggunaan media fisik semakin berkurang, kaset pita dan CD lawas masih memiliki peminat. Sebagian masyarakat mencarinya bukan lagi sebagai kebutuhan utama untuk mendengarkan musik, melainkan karena memiliki kenangan, ketertarikan terhadap musik lama, maupun sebagai koleksi.

Di Kota Bengkulu, aktivitas jual beli kaset lawas masih berlangsung di kawasan Jalan Soeprapto, Persimpangan Kebun Geran, Kecamatan Ratu Samban. Pemilik toko, Irfan, mengatakan usaha penjualan kaset tersebut telah dijalankan sejak era 1990-an.

Menurut Irfan, penjualan kaset dan CD saat ini tidak seramai ketika media fisik masih menjadi pilihan utama masyarakat. Perubahan kebiasaan dalam menikmati musik membuat permintaan terhadap kaset mengalami penurunan, terutama sejak pandemi Covid-19.

“Sekarang kebanyakan orang mencari kaset pita karena sudah tidak diproduksi lagi,” ujar Irfan, Kamis 27 Agustus 2026.

Ia mengatakan sebagian kaset yang masih tersedia merupakan stok lama. Distribusi kaset juga tidak lagi seperti dahulu karena semakin sedikit pihak yang memasok media musik fisik tersebut.

Meski demikian, masih terdapat masyarakat yang sengaja mencari kaset lama karena ingin kembali mendapatkan album atau lagu yang pernah populer pada masanya. Kondisi tersebut membuat kaset yang sebelumnya dianggap sebagai media hiburan sehari-hari kini memiliki fungsi berbeda, yakni sebagai benda kenangan dan koleksi.

Salah seorang pembeli, Lili, mengatakan ketertarikannya terhadap kaset lawas berkaitan dengan pengalaman mendengarkan musik pada masa lalu. Menurutnya, kaset memiliki nilai emosional karena mengingatkan pada kebiasaan menikmati musik bersama keluarga maupun teman.

“Rasanya seperti menemukan barang lama yang selama ini dicari-cari, seperti menemukan harta karun,” ungkap Lili.

Lili menilai ketertarikan terhadap media musik lama tidak hanya berasal dari orang yang pernah menggunakannya. Sebagian generasi muda juga mulai mengenal kaset sebagai bagian dari perkembangan sejarah musik dan teknologi.

Terlebih keberadaan kaset pita dan CD lawas di tengah dominasi musik digital menunjukkan perubahan cara masyarakat menikmati musik dari waktu ke waktu. Media yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kini perlahan bergeser menjadi benda yang menyimpan kenangan, identitas sebuah era, dan pengalaman mendengarkan musik secara fisik.

“Perubahan tersebut juga memperlihatkan bahwa kemudahan akses musik secara digital tidak serta-merta menghilangkan ketertarikan terhadap media lama. Bagi sebagian masyarakat, nilai kaset justru terletak pada cerita dan pengalaman yang melekat di balik sebuah rekaman. Mudahan-mudahan masih ada pencinta seperti saya ini,” tuturnya.

Penulis : Neda Mahasiswa Magang UINFAS Bengkulu

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....