Rebana Ibu-Ibu Majelis Taklim An-Nur Jaga Tradisi

  • 27 Agt 2026 14:26 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Upaya menjaga tradisi kesenian rebana terus dilakukan masyarakat di Kota Bengkulu. Kelompok ibu-ibu di RT 21 Pagar Dewa, salah satunya Majelis Taklim Masjid An-Nur, tetap menjalankan kegiatan rebana dengan memainkan alat musik tradisional seperti rebana dan kerincing, disertai lantunan vokal bernuansa religi.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara masyarakat mempertahankan kesenian yang telah berkembang di lingkungan umat Islam. Selain menjaga keberlangsungan tradisi, aktivitas ini juga diharapkan dapat mengenalkan kesenian rebana kepada anak-anak dan generasi muda agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.

Ketua Rebana Majelis Taklim Masjid An-Nur, Lila, mengatakan kesenian rebana merupakan salah satu tradisi yang identik dengan umat Islam. Menurutnya, kegiatan rebana tidak hanya menjadi wadah untuk menyalurkan minat terhadap seni musik religi, tetapi juga menjadi ruang bagi para ibu untuk berlatih dan bersama-sama menjaga kesenian tradisional di lingkungan masyarakat.

Terlebih lagai keberlangsungan kelompok rebana sangat bergantung pada kemauan anggota untuk terus berlatih dan menjaga kekompakan. Karena itu, diharapkan kegiatan tersebut tidak berhenti pada generasi saat ini, melainkan dapat diteruskan kepada anak-anak dan generasi muda.

“Regenerasi penting dilakukan agar kesenian rebana tetap dikenal dan memiliki penerus. Terlebih, perkembangan zaman dan perubahan minat generasi muda menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan kesenian tradisional,” ujarnya pada Rabu, 26 Agustus 2026

Sementara itu, anggota kelompok Rebana Majelis Taklim Masjid An-Nur, Asmiati, mengaku telah aktif mengikuti kegiatan rebana sejak 2011 dan dipercaya sebagai salah satu vokalis. Ia mengatakan kegiatan tersebut selama ini dijalankan dengan semangat kekeluargaan.

Meski terdapat berbagai dinamika dalam kelompok, Asmiati menyebut kekompakan tetap menjadi hal penting agar kegiatan rebana dapat terus berjalan.

“kebersamaan antaranggota menjadi salah satu kekuatan dalam mempertahankan kegiatan yang telah dijalankan selama bertahun-tahun tersebut,” katanya.

Lebih lanjut Asmiati berharap seluruh anggota rebana dapat terus menjaga kekompakan dan semangat dalam mempertahankan tradisi kesenian tersebut. Ia juga meminta adanya dukungan terhadap peralatan rebana, termasuk dari para donatur, sehingga kegiatan dapat terus berkembang.

“Dukungan tersebut dinilai penting untuk menunjang kegiatan latihan maupun penampilan kelompok. Dengan peralatan yang memadai, kelompok rebana diharapkan dapat terus aktif sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan melanjutkan kesenian tradisional tersebut,” tuturnya.

Penulis : Zulikifli A Mahasiswa Magang UINFAS Bengkulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....