Realisasi Program MBG Bengkulu Capai Rp667 Miliar

  • 26 Agt 2026 07:48 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Realisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Bengkulu mencapai Rp667,43 miliar hingga 20 Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 5,41 persen dibandingkan periode sebelumnya dan menunjukkan perluasan pelaksanaan program di daerah.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardana mengatakan, program MBG telah berjalan di seluruh 10 kabupaten dan kota. Sebanyak 143 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat ini beroperasi untuk melayani penerima manfaat.

Berdasarkan data operasional, program tersebut telah menjangkau 373.879 penerima manfaat yang terdiri dari anak-anak dan ibu hamil. Pelaksanaan MBG juga menyerap 7.360 petugas serta melibatkan 1.094 pemasok bahan pangan yang mayoritas berasal dari pelaku usaha lokal.

Menurut Irfan, MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga memberikan dampak terhadap perekonomian daerah. Kebutuhan bahan pangan untuk program tersebut membuka pasar bagi petani, peternak, UMKM, serta pelaku usaha lainnya di Bengkulu.

“Program Makan Bergizi Gratis adalah investasi jangka panjang bangsa. Selain memastikan anak-anak kita tumbuh cerdas dan bebas stunting, APBN juga berputar langsung di masyarakat melalui petani, pemasok, dan tenaga kerja yang terlibat dalam program ini,” tutur Irfan, Rabu 26 Agustus 2026.

Keterlibatan 1.094 pemasok lokal menjadi salah satu indikator perputaran ekonomi dari pelaksanaan MBG di Bengkulu. Rantai pasok tersebut menyediakan berbagai kebutuhan bahan pangan untuk mendukung pemenuhan menu bergizi bagi penerima manfaat.

Kanwil DJPb Bengkulu juga mendorong seluruh SPPG meningkatkan kesiapan administrasi dan pemanfaatan sistem digital. Hal tersebut dilakukan menyusul peluncuran portal Radar MBG secara nasional pada 20 Agustus 2026.

Portal tersebut diarahkan untuk mendukung transparansi dan pengawasan pelaksanaan MBG, termasuk standar keamanan pangan, menu harian, serta dokumentasi proses produksi. Digitalisasi diharapkan dapat memperkuat akuntabilitas sekaligus memudahkan pemantauan program oleh masyarakat.

"Dengan 143 SPPG yang beroperasi, kita berharap pelaksanaan MBG terus berkembang. Mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menggerakkan ekonomi lokal," kata Irfan mengakhiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....