Tradisi Nasi Jambar dalam Rangka Maulid Nabi di Bengkulu
- 24 Agt 2026 12:29 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Warga Talang Kering, Kelurahan Pematang Gubernur, Kota Bengkulu, menggelar pawai atau arak-arakan nasi jambar sebagai bagian dari rangkaian menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Tradisi tersebut digelar menjelang peringatan Maulid Nabi yang jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026, bertepatan dengan 12 Rabiul Awal.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 120 nasi jambar diarak warga menuju Masjid Jihadul Ihsan Al-Taibin Talang Kering. Nasi jambar dibawa secara bersama-sama dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.
Nasi jambar merupakan salah satu makanan tradisional masyarakat suku Lembak, sajian tersebut berupa nasi kuning yang dilengkapi satu ekor ayam sebagai topping atau pelengkap. Bagi masyarakat setempat, nasi jambar tidak hanya menjadi hidangan, tetapi juga memiliki nilai kebersamaan dan gotong royong.
Ketua Karang Taruna Talang Permai, Ajransyah, mengatakan pelaksanaan arak-arakan nasi jambar menjadi salah satu upaya masyarakat untuk mempertahankan budaya dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Menurutnya, tradisi tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan hubungan antarwarga di lingkungan Talang Kering.
“Sebagai upaya untuk menjaga budaya suku Lembak, sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Untuk pelaksanaannya sendiri kerja sama warga bersama Karang Taruna Talang Permai,” kata Ajransyah, Minggu 23 Agustus 2026.
Setelah seluruh nasi jambar tiba di Masjid Jihadul Ihsan Al-Taibin, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan barzanji. Warga bersama-sama membaca kitab yang berisi kisah dan perjalanan kehidupan Nabi Muhammad SAW, mulai dari kelahiran hingga wafatnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Nasi jambar yang sebelumnya dibawa oleh masing-masing warga dikumpulkan dan dinikmati secara bersama-sama.
Suasana makan bersama tersebut menjadi bagian penting dari tradisi. Warga tidak hanya berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi, tetapi juga menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi dan menjaga rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
Selain disantap bersama, sebagian nasi jambar juga disalurkan kepada sejumlah panti asuhan terdekat. Langkah ini menjadi bentuk kepedulian warga kepada masyarakat yang membutuhkan sekaligus mengajarkan nilai berbagi dalam momentum peringatan Maulid Nabi.
“Dari warga untuk warga itu sendiri. Nasi jambar ini berasal dari warga kemudian disantap bersama dan dibagikan ke panti asuhan terdekat sebagai wujud kepedulian kepada sesama,” kata Ajransyah.
Dengan tetap dilaksanakannya tradisi ini, masyarakat berharap nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, kepedulian dan penghormatan terhadap budaya lokal dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Arak-arakan nasi jambar di Talang Kering pun tidak sekadar menjadi kegiatan menyambut Maulid Nabi, tetapi juga menjadi bentuk nyata masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus memperkuat persaudaraan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....