Harga Pakan Jadi Tantangan Pembudidaya Ikan Air Tawar

  • 24 Agt 2026 07:51 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Kenaikan harga pakan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pembudidaya ikan air tawar di Kota Bengkulu. Kondisi tersebut turut dirasakan Marjono, pembudidaya lele di Kelurahan Lempuing, Kecamatan Ratu Agung, yang telah menekuni usaha tersebut sejak 2007.

Hampir dua dekade berjalan, usaha tersebut kini berkembang dengan sekitar 50 kolam di atas lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi. Selain menghasilkan lele konsumsi, Marjono juga menyediakan bibit untuk pembudidaya lainnya.

Marjono mengatakan lele dipilih karena kondisi air di lokasi yang tidak mengalir sehingga dinilai lebih cocok untuk budidaya lele dan patin. Dalam sebulan, kebutuhan benih di tempatnya mencapai sekitar 300 ribu ekor, sedangkan proses pembesaran hingga panen membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.

“Kalau untuk panen awal itu sekitar 2,5 bulan. Kemudian tiga bulan sudah bisa panen semuanya,” ujar Marjono, Minggu 23 Agustus 2026.

Menurutnya, perawatan dan pemberian pakan menjadi faktor penting dalam budidaya lele. Namun, kenaikan harga pakan dengan kandungan protein sekitar 32 hingga 34 persen menjadi salah satu kendala karena berdampak langsung terhadap biaya produksi.

“Kendalanya sekarang pakan, karena harga pakan terus naik. Lele ini membutuhkan pakan dengan protein sekitar 32 sampai 34 persen,” katanya.

Meski demikian, pemasaran lele konsumsi masih berjalan cukup baik untuk memenuhi kebutuhan warung, rumah makan pecel lele, rumah tangga hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Harga lele untuk konsumen langsung berada di kisaran Rp25 ribu per kilogram, sementara harga bagi pedagang dapat berbeda.

Lele yang dipasarkan kepada pedagang umumnya berukuran enam hingga 12 ekor per kilogram. Sementara untuk kebutuhan MBG dan konsumsi langsung, ukuran yang diminta lebih seragam, yakni sekitar delapan hingga sembilan ekor per kilogram.

Dalam sehari, lele konsumsi yang dikeluarkan dari kolam rata-rata mencapai 200 hingga 300 kilogram. Kondisi tersebut menunjukkan permintaan terhadap lele konsumsi masih cukup baik di tengah tantangan kenaikan biaya pakan.

Salah satu pembeli, Ade, mengatakan dirinya membeli bibit lele dari tempat Marjono untuk dibesarkan hingga ukuran konsumsi. Dalam satu kali pembelian, ia biasanya mengambil sekitar 5.000 ekor bibit.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....