Tape Ketan Mbah Diro, Olahan Tradisional yang Tetap Bertahan di Bengkulu tengah

  • 15 Agt 2026 19:52 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Tape Ketan Mbah Diro di Desa Sidodadi, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, menjadi salah satu olahan tradisional yang masih diproduksi hingga kini. Cita rasa manis dengan tekstur lembut membuat makanan berbahan dasar ketan dan ragi ini tetap menjadi pilihan bagi banyak orang.

Usaha Tape Ketan ini mulai dijalankan Yuyun Riana sejak tahun 2019 lalu, dan terus diproduksi hingga saat ini. Seiring bertambahnya masyarakat yang mengenal produk tersebut, jumlah pembuatan tape juga mengalami peningkatan.

“Awalnya karena kebutuhan, terus pengen usaha, coba-coba. Alhamdulillah laris. Karena sudah dikenal sama banyak orang, jadi sekarang produksinya meningkat,” ujar Yuyun pada Jum’at 14 Agustus 2026.

Dalam satu kali produksi, Yuyun menggunakan sekitar 10 kilogram ketan yang nantinya dapat menghasilkan sekitar 25 kilogram tape. Sebelum siap dikonsumsi, ketan melalui proses pengukusan, pendinginan, pemberian ragi hingga fermentasi selama dua hari dua malam.

Sementara ketersediaan bahan baku menjadi salah satu kendala yang terkadang dihadapi. Produk tersebut dijual dengan harga Rp25.000 per bungkus, melalui pembelian langsung dari rumah maupun media sosial.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Nadia, mengaku telah beberapa kali membeli Tape Ketan Mbah Diro untuk dikonsumsi. Ia menilai rasa manis dan teksturnya sesuai dengan selera, sedangkan harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau.

“Rasanya enak, manisnya pas, teksturnya juga lembut, tidak terlalu keras dan tidak terlalu berair. Harganya juga cukup terjangkau dan sesuai dengan kualitas yang didapatkan,” ungkap Nadia.

Menurut Nadia, tape ketan memiliki cita rasa khas yang membuat makanan tersebut tetap menarik untuk dikonsumsi.

Dirinya berharap usaha Tape Ketan Mbah Diro bisa semakin berkembang dan makanan tradisional seperti ini tetap dikenal masyarakat, terutama generasi muda.

Penulis : Beda Mahasiswa Magang UINFAS Bengkulu.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....