Sebanyak 15 Titik Panas Terdeteksi, Warga Bengkulu Diminta Waspadai Karhutla

  • 13 Agt 2026 14:05 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Memasuki musim kemarau, masyarakat di Provinsi Bengkulu diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdeteksi 15 titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah Bengkulu.

Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena suhu udara di sejumlah wilayah Bengkulu saat ini dapat mencapai 33 derajat Celsius. Cuaca panas yang disertai kondisi lahan cenderung kering dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama apabila dipicu oleh aktivitas manusia.

Berdasarkan pemantauan satelit, titik panas terdeteksi di enam wilayah yang masuk dalam daerah rawan karhutla, yakni Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, Kaur, Mukomuko, dan Seluma. Pemerintah Provinsi Bengkulu menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian karena kebakaran dapat meluas dengan cepat ketika terjadi dalam kondisi cuaca panas dan kering.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Warga juga diminta tidak membakar sampah sembarangan, khususnya di lahan terbuka, serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala ke sembarang tempat.

Herwan menegaskan kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah titik panas berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan menghindari berbagai aktivitas yang dapat menjadi sumber api.

Dari sejumlah wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas, Kabupaten Kaur menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian karena tercatat memiliki jumlah hotspot paling banyak. Pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan meningkatkan pemantauan dan segera melaporkan apabila ditemukan indikasi kebakaran.

Pemerintah Provinsi Bengkulu mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Langkah pencegahan tersebut diharapkan dapat mencegah meluasnya titik panas sekaligus meminimalkan dampak karhutla terhadap lingkungan dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....