BPBD Bengkulu Perkuat Kesiapsiagaan Warga di Wilayah Rawan Bencana
- 13 Agt 2026 07:43 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dan perangkat kelurahan dalam menghadapi potensi bencana. Salah satunya melalui Pelatihan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Perangkat Kelurahan Daerah Rawan Bencana Kota Bengkulu Tahun 2026 yang digelar di Hotel Nala Sea Side.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu I Made Ardana mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan masyarakat di tingkat kelurahan agar mampu mengambil langkah yang tepat saat terjadi bencana. Sekitar 150 peserta mengikuti kegiatan tersebut, mereka berasal dari unsur RT, RW, perangkat kelurahan hingga unsur ketertiban masyarakat.
“Jadi kegiatan hari ini adalah peningkatan kapasitas kawan-kawan RT, RW kemudian bagian-bagian kamtib. Jumlahnya sekitar 150 orang dan nanti dibagi menjadi tiga sesi. Ada BMKG dan narasumber lainnya yang akan memberikan materi,” kata I Made, Rabu 12 Agustus 2026.
Menurutnya, peningkatan kapasitas sangat penting mengingat Kota Bengkulu memiliki potensi berbagai jenis bencana. Salah satu perhatian utama adalah wilayah pesisir yang memiliki risiko bencana tsunami.
Untuk mendukung sistem peringatan dini, BPBD Kota Bengkulu saat ini telah memiliki dua sirene tsunami, perangkat tersebut rutin diuji melalui simulasi setiap tanggal 26. Sirene diaktifkan dari pusat kendali BPBD dan dapat terdengar hingga kawasan pantai.
“Alhamdulillah, dua sirene yang ada sekarang setiap tanggal 26 kita lakukan simulasi. Sirene dibunyikan dari kantor BPBD dan langsung terdengar di kawasan pantai,” kata Made.
Ia meminta masyarakat tidak panik ketika mendengar bunyi sirene pada tanggal pelaksanaan simulasi. Menurutnya, simulasi dilakukan agar masyarakat terbiasa mengenali suara peringatan dini dan memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.
Selain mengoptimalkan sirene yang sudah tersedia, BPBD juga telah mengusulkan penambahan dua unit sirene peringatan dini tsunami. Tambahan perangkat tersebut direncanakan ditempatkan di kawasan Lempuing dan Teras Terunjam.
Pengusulan dua perangkat tersebut masih dalam proses bersama pemerintah pusat. BPBD juga menyiapkan pengembangan sistem peringatan dini alternatif yang dapat terhubung dengan masjid-masjid, khususnya di kawasan pesisir.
“Rencananya kita buat receiver, jadi dari menara nanti receivernya bisa dipasang di masjid-masjid, terutama yang berada di kawasan pesisir. Ada teknologinya, jadi tidak harus semuanya menggunakan menara sirene,” tuturnya.
Menurutnya, penguatan sistem peringatan dini perlu dibarengi dengan peningkatan pemahaman masyarakat. Sebab, keberadaan perangkat peringatan tidak akan maksimal jika masyarakat belum mengetahui arti tanda bahaya dan jalur evakuasi yang harus ditempuh.
Melalui pelatihan, simulasi rutin, penambahan sarana peringatan dini serta edukasi yang berkelanjutan, BPBD berharap kesiapsiagaan masyarakat Kota Bengkulu semakin kuat. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat respons dan proses evakuasi apabila bencana terjadi sekaligus menekan risiko korban jiwa dan dampak yang ditimbulkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....