Pemkot Bengkulu Mematangkan Kesiapan Operasional 25 KDMP
- 12 Agt 2026 12:57 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) terus mematangkan kesiapan operasional 25 gerai Koperasi Merah Putih yang telah diresmikan. Gerai tersebut diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus membantu memutus mata rantai praktik rentenir di tingkat kelurahan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Nelawati, mengatakan pembangunan fisik 25 gerai Koperasi Merah Putih saat ini telah rampung 100 persen dan secara umum sudah siap digunakan. Menurutnya, tahapan berikutnya adalah memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah pusat, dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu tengah mempersiapkan proses verifikasi dan validasi yang akan dilakukan tim dari Kementerian Koperasi.
"Untuk 25 gerai yang sudah diresmikan, pembangunan fisiknya sudah 100 persen. Tinggal menunggu verifikasi dan validasi dari Kementerian Koperasi untuk melihat kelayakan gedung maupun gudangnya," kata Nelawati, Rabu 12 Agustus 2026.
Selain bangunan, sejumlah sarana pendukung juga mulai tersedia. Rak untuk kebutuhan perbelanjaan hingga kendaraan operasional roda tiga telah diterima di sejumlah lokasi gerai.
Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan gerai-gerai tersebut mulai beroperasi pada Agustus 2026. Namun, untuk tanggal pasti pengoperasiannya masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Sementara itu, pengerjaan sejumlah gerai Koperasi Merah Putih yang belum mencapai progres 100 persen masih menghadapi kendala teknis di lapangan. Bahkan, kata Nelawati, terdapat lokasi yang hingga kini belum memiliki lahan untuk pembangunan gerai.
Nelawati menjelaskan, salah satu persoalan yang ditemukan adalah ketersediaan lahan. Beberapa lokasi memiliki luas lahan yang belum memenuhi standar sekitar 600 meter persegi, selain itu, terdapat lahan milik pemerintah maupun BUMN yang masih menunggu proses perizinan pemanfaatan.
Pemerintah daerah masih menunggu kebijakan terbaru dari pemerintah pusat terkait kemungkinan penggunaan lahan dengan mekanisme sewa maupun adanya penyesuaian terhadap standar luas lahan. Keberadaan gerai Koperasi Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, gerai akan menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau sekaligus membuka akses pembiayaan usaha melalui mekanisme koperasi yang legal.
Untuk menjaga pengelolaan koperasi tetap transparan dan efisien, manajemen gerai juga mulai diarahkan menggunakan sistem pencatatan keuangan dan inventaris barang berbasis digital. Pengurus dan manajer koperasi telah mendapatkan pelatihan teknis agar mampu mengelola aset komunal masyarakat secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Selain memenuhi kebutuhan masyarakat, gerai Koperasi Merah Putih juga diproyeksikan menjadi wadah pemasaran produk unggulan UMKM lokal. Dengan demikian, produk yang dihasilkan pelaku usaha di tingkat kelurahan diharapkan memiliki akses pasar yang lebih luas.
Saat ini, Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu masih melakukan penjajakan kerja sama dengan pelaku UMKM serta sejumlah instansi strategis, termasuk Bulog dan Pertamina. Melalui penguatan gerai Koperasi Merah Putih, pemerintah berharap aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan semakin berkembang, Koperasi juga diharapkan mampu menjadi alternatif bagi masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok dan permodalan usaha tanpa harus bergantung pada praktik rentenir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....