Kampung Batik Panca Mukti Jadi Ruang Pelestarian Batik Sungai Lemau
- 12 Agt 2026 13:00 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kampung Batik Panca Mukti di Desa Panca Mukti, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, menjadi wadah masyarakat untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya batik. Selain memproduksi batik, masyarakat setempat juga mengajarkan keterampilan membatik kepada warga agar tradisi tersebut tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kampung Batik Panca Mukti berdiri sejak 2020 atas gagasan masyarakat yang mayoritas merupakan warga transmigrasi dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Latar belakang tersebut membuat masyarakat setempat telah akrab dengan budaya batik dan terdorong untuk mengembangkannya di Bengkulu Tengah.
Ketua Kelompok Batik Desa Panca Mukti, Nanik, mengatakan kedekatan masyarakat dengan budaya batik menjadi salah satu alasan dikembangkannya kegiatan membatik di desa tersebut. Menurutnya, batik merupakan warisan budaya yang perlu dijaga dan dikembangkan agar tetap dikenal masyarakat.
“Karena kami berasal dari Jawa dan sejak dulu sudah mengenal batik, kami punya gagasan untuk mengembangkan warisan budaya ini. Batik juga merupakan salah satu warisan budaya yang harus kita jaga,” ujar Nanik, Rabu 12 Agustus 2026.
Kegiatan membatik mulai dikembangkan pada 2020, bertepatan dengan masa pandemi Covid-19 yang membatasi berbagai aktivitas masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, warga Panca Mukti mengembangkan gagasan dan mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali kegiatan membatik sebagai aktivitas produktif.
Pelatihan membatik kemudian diberikan kepada ibu-ibu di Desa Panca Mukti sebagai langkah awal mengenalkan keterampilan tersebut kepada masyarakat. Kegiatan itu sekaligus menjadi upaya menambah jumlah pengrajin batik yang berasal dari desa setempat.
Dari proses tersebut kemudian lahir Batik Sungai Lemau yang menjadi salah satu batik khas Kabupaten Bengkulu Tengah. Nama Sungai Lemau diambil dari nama Kerajaan Sungai Lemau yang pernah berjaya di wilayah Bengkulu Tengah dan kemudian ditetapkan oleh pemerintah daerah pada 2023.
Rumah Batik Panca Mukti menjadi salah satu lokasi produksi Batik Sungai Lemau yang terus dikembangkan oleh masyarakat. Batik tersebut memiliki ciri khas motif Gunung Bungkuk yang menjadi salah satu karakter utama pada kain Batik Sungai Lemau.
Upaya pelestarian Batik Sungai Lemau juga mendapat dukungan dari pemerintah desa melalui berbagai pelatihan bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah turut mendorong penggunaannya melalui surat edaran yang mewajibkan ASN dan dinas mengenakan Batik Sungai Lemau setiap Kamis pada minggu ketiga setiap bulan.
Bagi Nanik, keberadaan Kampung Batik Panca Mukti tidak hanya berorientasi pada produksi dan penjualan kain batik. Lebih dari itu, kampung batik tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
“Kami tidak hanya sekadar memproduksi. Tetapi yang paling penting adalah menjaga warisan itu sendiri agar tidak musnah,” katanya.
Ke depan, Nanik berharap Kampung Batik Panca Mukti dapat berkembang menjadi sentra batik dengan melibatkan lebih banyak pengrajin dari masyarakat setempat. Ia juga berharap pemasaran Batik Sungai Lemau dapat semakin luas hingga menembus pasar nasional dan internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....