Hari Gajah Sedunia, BKSDA Ajak Masyarakat Jaga Habitat Gajah Sumatera
- 12 Agt 2026 12:59 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Momentum Hari Gajah Sedunia menjadi pengingat pentingnya menjaga keberlangsungan hidup gajah sumatera yang saat ini menghadapi ancaman terhadap habitatnya. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga habitat dan kelestarian satwa dilindungi tersebut.
Kepala Balai BKSDA Bengkulu-Lampung, Agung Nugroho, S.Si., M.A., mengatakan, kondisi populasi gajah sumatera saat ini semakin memprihatinkan. Dari sebelumnya terdapat sekitar 41 kantong habitat gajah di Pulau Sumatera, kini diperkirakan hanya tersisa 21 kantong habitat.
Menurutnya, Bengkulu patut bersyukur karena masih memiliki kantong habitat gajah sumatera. Namun, keberadaan tersebut juga menjadi tanggung jawab bersama agar populasi gajah tidak semakin terancam.
“Seluruh Sumatera tinggal tersisa 21 kantong gajah dari 41 yang pernah ada. Bengkulu harus betul-betul bangga karena masih ada kantong habitat gajah di Bengkulu, ini menjadi tugas yang berat bagi kita untuk menjaganya,” ujar Agung, saat menjadi narasumber dalam Dialog Bengkulu Menyapa, Rabu 12 Agustus 2026.
Ia menyebutkan, populasi gajah sumatera yang masih berada di wilayah Bengkulu saat ini diperkirakan sekitar 25 hingga 30 ekor. Jumlah tersebut dinilai masih sangat kecil dan masuk dalam kondisi kritis sehingga membutuhkan upaya perlindungan secara berkelanjutan.
Agung berharap Bentang Alam Seblat dapat terus dipertahankan sebagai salah satu habitat penting bagi gajah sumatera di Bengkulu. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan populasi gajah di daerah ini.
“Kita berharap Bentang Alam Seblat menjadi salah satu habitat gajah dari 21 kantong habitat yang saat ini masih tersisa. PLG Seblat saat ini ada sekitar 10 gajah dan semoga bisa berkembang,” katanya.
Ia menjelaskan, gajah merupakan satwa yang memiliki karakteristik khusus dan membutuhkan waktu cukup panjang untuk berkembang biak, masa kehamilan gajah dapat berlangsung hingga sekitar dua tahun. Kondisi tersebut membuat pertumbuhan populasi gajah berlangsung lambat, karena itu, setiap individu gajah yang masih bertahan di alam menjadi sangat penting untuk dijaga.
BKSDA juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak habitat gajah, termasuk membuka kawasan hutan secara tidak terkendali. Perlindungan habitat dinilai menjadi salah satu kunci utama agar gajah sumatera tetap dapat bertahan di alam.
Peringatan Hari Gajah Sedunia diharapkan tidak hanya menjadi momentum seremonial. Tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keberadaan gajah merupakan bagian penting dari ekosistem yang harus dijaga bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....