Tujuh Tahun Warga Bukit Indah Menunggu Perbaikan Jalan
- 11 Agt 2026 12:18 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Warga Perumnas Bukit Indah Rafflesia, RT 27, Kota Bengkulu, masih menunggu perbaikan jalan lingkungan yang telah mengalami kerusakan selama sekitar tujuh tahun. Hingga kini, akses jalan tersebut belum tersentuh pengaspalan permanen dan masih mengandalkan perbaikan secara swadaya oleh masyarakat.
Kondisi jalan yang bergelombang, berlubang, dan dipenuhi batu koral menjadi keluhan warga karena merupakan akses utama untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Saat hujan, permukaan jalan berubah menjadi becek dan licin, sedangkan ketika cuaca panas, debu dan batu koral yang berserakan mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.
Salah seorang warga, Zelmi, mengatakan kerusakan jalan telah dirasakan sejak dirinya mulai tinggal di kawasan tersebut pada 2019. Selama bertahun-tahun, warga hanya melakukan perbaikan secara swadaya menggunakan batu koral dan tambalan semen karena belum ada pembangunan jalan secara permanen.
“Sudah sekitar tujuh tahun jalan seperti ini. Dari pertama saya tinggal tahun 2019 sampai sekarang belum juga diaspal secara permanen. Kalau hujan becek dan licin, kalau panas debunya banyak dan batu koralnya juga sering lepas,” ujar Zelmi.
Menurut warga, kondisi jalan juga cukup membahayakan pengendara, terutama ibu-ibu yang setiap hari mengantar anak ke sekolah menggunakan sepeda motor. Jalan yang licin ketika hujan dan dipenuhi batu koral saat musim kemarau membuat pengendara harus lebih berhati-hati untuk menghindari kecelakaan.
Perwakilan pengurus RT 27, Edi Sofiansyah, mengatakan warga telah beberapa kali mengajukan proposal perbaikan jalan kepada sejumlah pihak, mulai dari kelurahan, Dinas PUPR Kota Bengkulu hingga anggota DPRD. Bahkan, warga sempat mendapat informasi bahwa perbaikan jalan tersebut telah masuk dalam anggaran tahun 2026.
“Kami sudah mengajukan proposal sekitar tiga sampai lima kali ke berbagai instansi. Bahkan pernah ada informasi bahwa jalan ini sudah dianggarkan untuk tahun 2026, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi pengaspalan di lapangan,” kata Edi.
Edi menjelaskan, kawasan Perumnas Bukit Indah Rafflesia memiliki sekitar 200 unit rumah dengan tingkat hunian mencapai 75 persen. Artinya, kerusakan jalan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas ratusan keluarga. Warga juga telah berupaya memperbaiki jalan secara swadaya dengan mengumpulkan iuran untuk menyewa mobil molen dan menambal sejumlah bagian yang rusak.
Namun, keterbatasan biaya membuat perbaikan swadaya tersebut belum mampu mengatasi kerusakan secara menyeluruh. Warga juga menduga kondisi jalan semakin cepat rusak karena kerap dilalui kendaraan bermuatan berat dan alat berat yang digunakan dalam aktivitas pembangunan di sekitar kawasan.
"Diharapkan Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas PUPR segera merealisasikan perbaikan dan pengaspalan jalan tersebut. Kami juga meminta agar penanganan tidak berhenti pada pengukuran maupun pendataan, tetapi dilanjutkan dengan pembangunan fisik sehingga akses lingkungan menjadi lebih aman dan nyaman," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....