Mafindo Bengkulu Perkuat Benteng Anti-Hoaks untuk Warga Lansia

  • 07 Agt 2026 11:20 WIB
  •  Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Sebanyak 70 orang lansia di Kota Bengkulu dibekali kemampuan memilah informasi agar tidak mudah terjerat bujuk rayu berita bohong di media sosial. Langkah preventif ini diwujudkan melalui pelatihan literasi digital sekolah lansia yang dirancang khusus untuk meningkatkan kewaspadaan para lansia.
Peserta tampak antusias mengikuti perhelatan ke-9 Sekolah Lansia Merah Putih di Gedung PNPM Pepabri Kelurahan Lingkar Barat pada Jumat, 7 Agustus 2026. Program edukatif ini terselenggara berkat kolaborasi strategis antara DP3AP2KB Kota Bengkulu dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Bengkulu.
Koordinator Wilayah Mafindo Bengkulu, Fonika Thoyib, memaparkan betapa pentingnya gawai sebagai sarana silaturahmi sekaligus pemenuh kebutuhan informasi kesehatan bagi lansia. Kendati menawarkan banyak kemudahan, beliau menekankan pentingnya membentengi diri dari ancaman pencurian data hingga penipuan digital.
"Kami mengajak mereka untuk melek digital, waspadai hal-hal yang mencurigakan. Sehingga tidak mudah percaya dengan bujukan, iming-iming hadiah, dan segala macam," kata Fonika.
Sementara itu, relawan Mafindo, Rafinita Aditia, membagikan trik praktis mengenali hoaks seperti penggunaan judul bombastis dan sumber yang tidak valid. Peserta juga diajarkan memverifikasi kebenaran sebuah berita secara mandiri melalui laman turnbackhoax.id maupun layanan WhatsApp resmi Kominfo.
Guna memperkuat pemahaman, para lansia diajak mempraktikkan langsung fitur-fitur ponsel seperti panggilan video, pengiriman pesan suara, hingga pencarian video senam di YouTube. Pembelajaran interaktif ini disambut hangat karena memberikan pengalaman nyata yang langsung dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana pelatihan semakin semarak saat seluruh peserta diajak melakukan ice breaking permainan gerakan berbasis perintah digital untuk melatih konsentrasi. Di akhir sesi, para peserta sepakat memegang teguh tiga prinsip utama, yaitu melihat sebelum percaya, bertanya sebelum membagikan, dan waspada terhadap konten yang menakutkan.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap para lansia di Kelurahan Lingkar Barat dapat bertransformasi menjadi insan yang tangguh dan bijak bermedia sosial. Inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen DP3AP2KB dalam mewujudkan kelompok usia lanjut yang tetap aktif, sehat, dan produktif di era serba digital.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....