Antrean Solar Mengular, Aktivitas Masyarakat Ikut Terganggu

  • 05 Agt 2026 19:42 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan solar bersubsidi terjadi di SPBU Tebeng Merapi Raya, Kota Bengkulu, pada Rabu, 5 Agustus 2026. Keterbatasan pasokan solar menyebabkan antrean mengular hingga lampu lalu lintas Simpang Empat Panorama sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat.

Salah seorang pengantri, Zainudi, mengatakan dirinya harus mengantre selama sekitar tiga jam untuk memperoleh solar bersubsidi. "Saya antre dari pukul 06.00 WIB sampai 09.00 WIB, kadang sudah lama menunggu tetap tidak kebagian karena stoknya habis," ujarnya.

Menurut Zainudi, lamanya waktu antre membuat jam kerjanya banyak terbuang sehingga berdampak pada pendapatannya. Ia menilai harga solar bersubsidi sebesar Rp6.800 per liter sangat membantu masyarakat, sementara jika beli dieceran mencapai Rp10.000 per liter.

Pengantri lainnya, Didi, mengatakan pasokan solar yang diterima SPBU dinilai tidak mencukupi, sehingga cepat habis. "Kasihan mobil bus dan truk, kadang harus mengantre berhari-hari untuk mendapatkan solar," ujarnya.

Antrean panjang tersebut berdampak pada keterlambatan aktivitas kerja para sopir dan pelaku usaha yang bergantung pada solar bersubsidi. Selain menimbulkan kemacetan di sekitar SPBU, tidak sedikit masyarakat yang terpaksa pulang tanpa memperoleh bahan bakar karena stok telah habis.

Didi berharap pemerintah segera menambah kuota distribusi solar bersubsidi di setiap SPBU. Sementara itu, Zainudi juga meminta pengawasan terhadap penyaluran solar bersubsidi diperketat agar distribusi tepat sasaran dan antrean panjang dapat berkurang.

Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan antrean solar bersubsidi yang terus terjadi di sejumlah SPBU di Kota Bengkulu. Dengan penambahan kuota distribusi serta pengawasan penyaluran yang lebih optimal, kebutuhan bahan bakar masyarakat diharapkan dapat terpenuhi sehingga aktivitas kerja dan roda perekonomian dapat kembali berjalan lancar. (viki.p)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....