Sebutan Bengkulu Bumi Merah Putih, Penjual Bendera Ramai Pembeli

  • 05 Agt 2026 14:55 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu.- Menjelang peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, penjualan bendera merah putih mulai ramai di buru masyarakat Bengkulu.

Berbagai macam jenis dan ukuran bendera mulai dipilih masyarakat untuk memeriahkan suasana kemerdekaan. Meningkatnya pembelian bendera ini tidak hanya menjadi tanda kesiapan masyarakat dalam menyambut kemerdekaan, tetapi juga peluang untuk pedagang musiman agar mendapatkan tambahan penghasilan.

Kondisi tersebut terlihat dari ramainya lapak berjualan bendera menjelang Agustusan.

Salah seorang pedagang bendera, Fitriani, mengaku telah berjualan bendera musiman sejak 20 tahun lalu. Setiap menjelang peringatan kemerdekaan ia kembali membuka lapak untuk memenuhi kebutuhan mayarakat yang ingin memeriahkan hari kemerdekaan.

“Bendera ini kan musiman. Setiap menjelang Agustusan pasti saya mulai berjualan,” ujarnya pada pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Menurut Fitriani, jumlah pembelian bendera mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi ini di pengaruhi oleh tingginya minat masyarakat, terlebih setelah Bengkulu dikenal sebagai Bumi Merah Putih. Berbagai jenis dan model bendera di jajarkan, mulai dari ukuran kecil hingga ukuran besar.

Harga yang di tawarkan juga cukup beragam, mulai dari Rp. 5.000 hingga Rp. 250.000 tergantung pada jenis dan ukuran bendera.

Dengan Meningkatnya permintaan bendera, Fitriani berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pelaku UMKM. Khususnya pada pedagang bendera musiman yang hanya berjualan pada momen tertentu.

“Harapan saya, semoga kedepannya pemerintah lebih memperhatikan UMKM untuk menjualkan dagangannya, dari pada harus memesan bendera kepada penjahit, agar UMKM juga bisa tetap maju,” ungkapnya.

Sementara itu salah seorang pembeli, Tika, mengaku membeli beberapa jenis bendera untuk kebutuhan tokonya. Menurutnya harga bendera di tahun ini cenderung lebih tinggi dari pada tahun sebelumnya,

Tika menilai kenaikan harga tersebut masih bisa di terima karena berbagai harga kebutuhan lainnya juga mengalami kenaikan.

“Harga bendera sekarang lebih mahal dari tahun sebelumnya. Apa lagi sekarang semuanya juga serba mahal,” tuturnya.

Penulis : Nida Khofiyya Mahasiswa Magang IUNFAS Bengkulu

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....