Menag Nasaruddin Umar Ajak Masyarakat Perkuat Doa Kebangsaan
- 03 Agt 2026 08:57 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan zikir dan doa sebagai ikhtiar batin dalam menguatkan pembangunan nasional. Menurutnya, kemajuan Indonesia tidak hanya bergantung pada sektor ekonomi, teknologi, dan politik, tetapi juga membutuhkan pijakan akhlak serta kerukunan antarsesama.
Momentum spiritual tersebut terwujud saat sekitar 100 ribu peserta lintas agama memadati Lapangan Monas pada Zikir dan Doa Kebangsaan HUT ke-81 RI, Sabtu, 1 Agustus 2026. Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa ikhtiar batin melalui doa harus berjalan selaras dengan kerja keras nyata untuk membangun bumi Nusantara.
Menag menambahkan bahwa peringatan kemerdekaan merupakan ruang bersama untuk merefleksikan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa atas berdirinya bangsa ini. Perbedaan keyakinan yang ada justru dipandang sebagai kekayaan yang disatukan oleh rasa cinta yang sama terhadap tanah air.
Semangat menjaga kebhinekaan tersebut terbukti membuahkan hasil nyata pada peningkatan harmonisasi sosial di tengah masyarakat. Indeks Kerukunan Umat Beragama tercatat melonjak menjadi 77,89 pada 2025, yang sekaligus melampaui target awal RPJMN serta mendekati target akhir 2029.
Mengapresiasi peran para tokoh agama, Menag menilai kerukunan bukan sekadar capaian angka statistik semata. Nilai persatuan tersebut diposisikan sebagai fondasi dan modal utama dalam menggerakkan seluruh roda pembangunan nasional.
Sejalan dengan penguatan karakter spiritual, Kementerian Agama juga terus menggelontorkan berbagai program prioritas di bidang pendidikan. Jutaan siswa dan ratusan ribu mahasiswa tercatat telah menerima manfaat akses pendidikan melalui program bantuan PIP dan KIP Kuliah.
Peningkatan mutu pendidikan keagamaan juga diimbangi dengan modernisasi sarana serta digitalisasi sarana belajar mengajar secara masif. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui revitalisasi ratusan madrasah, pembangunan kampus keagamaan negeri, hingga pembagian ribuan papan interaktif digital.
Kemenag turut memperkuat institusi pesantren dengan menghadirkan Direktorat Jenderal Pesantren serta dorongan pada sektor ekonomi berbasis keagamaan. Di samping itu, Kurikulum Berbasis Cinta dan konsep ekoteologi mulai diterapkan untuk mencetak generasi yang toleran serta peduli lingkungan.
Kesadaran menjaga alam ini diwujudkan melalui aksi nyata seperti penanaman pohon, pelestarian terumbu karang, hingga pemanfaatan ekoenzim. Pada saat yang sama, sektor pemberdayaan ekonomi umat terus menunjukkan grafik pertumbuhan yang sangat positif pada pengelolaan zakat serta wakaf.
Penghimpunan zakat tahun 2025 melonjak hingga Rp44,698 triliun dan memberikan dampak langsung kepada 140 juta penerima manfaat. Selain itu, optimalisasi wakaf uang dan pengembangan wakaf produktif terus dipacu untuk memperluas jangkauan kesejahteraan masyarakat.
Menag menegaskan bahwa seluruh rentetan pencapaian ini bukanlah titik akhir dari pengabdian lembaga yang dipimpinnya. Capaian tersebut menjadi amanah berkelanjutan untuk terus mengabdi dan melayani kebutuhan umat secara lebih luas.
Rangkaian Zikir dan Doa Kebangsaan ini diharapkan menjadi energi spiritual yang melapangkan jalan menuju cita-cita para pendiri bangsa. Kehadiran para tokoh lintas agama di Monas menjadi bukti nyata persatuan dalam membawa Indonesia menuju puncak kejayaannya.
Sumber: Biro Humas & Komunikasi Publik, Kemenag RI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....