Pemkab Rejang Lebong Waspadai Karhutla Dampak El Nino
- 02 Agt 2026 16:45 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Rejang Lebong - Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan ekstrem yang diperkirakan terjadi akibat fenomena El Nino. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi dan unsur terkait guna memperkuat langkah pencegahan serta mempercepat penanganan apabila bencana terjadi.
Hal tersebut ditegaskan oleh pemda kabupaten rejang lebong saat Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapan Antisipasi Dampak El Nino dan Karhutla yang digelar di Mapolres Rejang Lebong, Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, perlengkapan, serta koordinasi antarlembaga sebelum memasuki puncak musim kemarau.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Hendri Praja, mengatakan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan puncak fenomena El Nino diperkirakan berlangsung pada akhir Juli hingga Agustus 2026. Kondisi itu diperkirakan menyebabkan curah hujan berada di bawah normal sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan di sejumlah wilayah.
Menurut Hendri, penanggulangan bencana memerlukan keterlibatan seluruh unsur pemerintah dan pemangku kepentingan karena tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Sinergi yang kuat dinilai menjadi kunci agar setiap tahapan, mulai dari pencegahan, penanganan, hingga pemulihan pascabencana, dapat berjalan secara efektif.
Pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai langkah antisipatif dengan memastikan kesiapan tim tanggap darurat, tim rehabilitasi, serta sarana dan prasarana pendukung di lapangan. Di samping itu, edukasi kepada masyarakat terus diperkuat agar kesadaran terhadap bahaya karhutla semakin meningkat dan upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rejang Lebong, M. Budianto, mengungkapkan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) telah disiagakan bersama armada pemadam dan penyalur air, termasuk mobil tangki, selang, serta peralatan pendukung lainnya. Ia menyebutkan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi meliputi Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kota Padang, Sindang Beliti Ilir, Sindang Beliti Ulu, serta kawasan di sekitar Taman Nasional Kerinci Sebelat yang mencakup Kecamatan Bermani Ulu dan Bermani Ulu Raya.
Apel kesiapsiagaan tersebut diikuti ratusan personel gabungan yang berasal dari Kodim 0409/Rejang Lebong, Batalyon A Pelopor Brimob Curup, Polres Rejang Lebong, BPBD, Basarnas, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, hingga Polisi Hutan. Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, pemerintah berharap upaya pencegahan dan penanganan karhutla dapat berlangsung lebih cepat, terkoordinasi, serta mampu meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....