Rutan Manna Bekali WBP Dengan Budidaya Ayam Kampung Super

  • 31 Jul 2026 09:15 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID,Bengkulu Selatan – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian, Rutan Kelas IIB Manna memberikan pembinaan budidaya ayam kampung super bagi 9 warga binaan di Sarana Asimilasi Dan Edukasi Bagian Dalam. Program ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat menjadi modal usaha sekaligus membuka peluang ekonomi setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.

Pembinaan ini dilakukan langsung oleh Petugas Kemandirian, Yoga Kiplani, S.E. Mulai dari pengenalan jenis ayam super, persiapan kandang, pemilihan bibit, pemberian pakan, pengelolaan kesehatan ternak, hingga teknik pemanenan dan pemasaran hasil ternak.

Pembinaan tersebut dilakukan oleh Petugas Kemandirian secara detail. Sehingga warga binaan bisa memahami dengan cepat dan bisa mempraktekkannya dengan baik dan benar.

Kepala Rutan Kelas IIB Manna Hannibal mengatakan pembinaan kemandirian merupakan salah satu program penting dalam sistem pemasyarakatan. Melalui pelatihan budidaya ayam super, warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga membangun etos kerja, disiplin, tanggung jawab, dan semangat berwirausaha.

Selain itu dipilihnya budidaya ayam kampung super sebagai bekal untuk warga binaan ini bukan tanpa alasan. Melainkan budidaya ayam kampung super ini pertumbuhannya cepat, lebih tahan terhadap penyakit dan bernilai ekonomis tinggi.

“Ini bukan sekadar ternak tapi ini adalah bekal hidup. Kami ingin warga binaan keluar nanti punya skill, punya usaha, dan tidak kembali lagi ke jeruji,” ujar Kepala Rutan Manna Kepada RRI Jumat 31 Juli 2026.

Selama pembinaan warga binaan memperoleh kesempatan untuk mempraktekkannya secara langsung cara merawat ayam kampung super. Mulai dari menjaga kebersihan kandang, mengatur pola pemberian pakan, memantau pertumbuhan ternak, hingga mengenali gejala penyakit agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.

Program budidaya ayam super juga mendukung upaya penguatan ketahanan pangan serta menjadi sarana pembelajaran yang produktif bagi warga binaan. Melalui kegiatan ini, warga binaan didorong untuk memanfaatkan waktu pembinaan dengan aktivitas yang positif, produktif, dan bernilai ekonomi.

“Program ini juga mendukung aksi Ketahanan Pangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dari kandang kecil di SAE, Rutan Manna membuktikan pembinaan nyata bisa melahirkan manusia-manusia mandiri,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....