Krisis Ekologis Ancam Kelestarian Harimau Sumatera

  • 29 Jul 2026 10:23 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kondisi ekosistem hutan menjadi faktor utama dalam menjaga kelangsungan hidup Harimau Sumatera di habitat alaminya. Keseimbangan antara predator, satwa mangsa, dan tutupan hutan menjadi penentu keberlangsungan populasi spesies yang kini berstatus terancam punah tersebut.

Kasi Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II BKSDA Bengkulu, Mariska Tarantona,S.Hut.,M.Si., saat dialog di RRI Bengkulu, 29 Juli 2026, mengatakan bahwa kondisi habitat Harimau Sumatera tidak dapat dinilai hanya dari keberadaan harimaunya saja. Menurutnya, seluruh komponen ekosistem harus dilihat secara menyeluruh karena semuanya saling berinteraksi dan saling bergantung satu sama lain.

Ia menjelaskan, Harimau Sumatera merupakan predator puncak yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan populasi satwa liar di dalam hutan. Sementara itu, keberadaan satwa mangsa seperti rusa dan kijang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam rantai makanan sekaligus mendukung kelangsungan hidup harimau.

Mariska menuturkan bahwa satwa mangsa juga memiliki fungsi ekologis yang sangat besar bagi kawasan hutan primer maupun sekunder. Hewan-hewan tersebut berperan sebagai penyebar biji-bijian melalui aktivitas mencari makan, sehingga membantu regenerasi berbagai jenis tumbuhan dan pohon di dalam hutan.

Di sisi lain, Harimau Sumatera secara alami memangsa satwa yang lemah, tua, atau sakit. Mekanisme tersebut membantu menjaga kualitas populasi satwa mangsa agar tetap sehat sekaligus mempertahankan keseimbangan ekosistem hutan.

Menurut Mariska, terganggunya hubungan antar komponen ekosistem merupakan gambaran nyata dari krisis ekologis yang saat ini mengancam kelestarian Harimau Sumatera. Satwa dilindungi tersebut sangat bergantung pada luas tutupan hutan yang memadai serta ketersediaan satwa mangsa sebagai sumber pakan utamanya.

Ia menegaskan, apabila kerusakan hutan terus terjadi dan populasi satwa mangsa semakin berkurang, maka keseimbangan alam akan ikut terganggu. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak langsung terhadap penurunan populasi Harimau Sumatera di masa mendatang, sehingga upaya pelestarian habitat harus menjadi tanggung jawab bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....