Kemarau Hambat Musim Tanam, Petani Bengkulu Kesulitan Peroleh Air Irigasi
- 28 Jul 2026 15:31 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Musim kemarau yang berlangsung sejak Juni 2026 mulai berdampak pada aktivitas pertanian di sejumlah wilayah Kota Bengkulu. Minimnya pasokan air serta kondisi saluran irigasi yang mengalami pendangkalan membuat petani kesulitan mengolah lahan sawah.
Salah seorang petani, Soeparno (77), mengatakan kendala terbesar yang dihadapi saat ini adalah terbatasnya aliran air dari Air Dendam menuju areal persawahan. Menurutnya, saluran irigasi yang dipenuhi pasir dan sampah menyebabkan distribusi air tidak mengalir secara maksimal hingga ke lahan petani.
"Masalahnya sekarang air. Irigasi sudah dangkal karena banyak pasir dan sampah, sehingga air dari Air Dendam dibuka pun tidak sampai ke sawah kami," ujar Soeparno saat ditemui, Senin, 27 Juli 2026.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut memaksa sebagian petani mencari sumber air alternatif agar lahan tidak mengalami kekeringan. Sejumlah petani bahkan memanfaatkan air limbah dari kawasan permukiman untuk mengairi sawah meski kualitas airnya kurang baik.
Petani lainnya, Apri (53), mengatakan musim kemarau juga menghambat proses pembajakan sawah karena lahan belum memperoleh pasokan air yang memadai. Menurutnya, baru petani yang berada di bagian hulu saluran irigasi yang dapat memulai musim tanam.
"Kemarau membuat kami susah membajak sawah karena tidak ada air. Sekarang ada yang sudah membajak karena mendapat air dari hulu Air Dendam, sedangkan kami yang berada di bagian ujung sampai sekarang belum bisa membajak sawah," kata Apri.
Selain kekurangan air, Soeparno mengungkapkan masih terdapat saluran irigasi yang rusak sehingga air tidak dapat tertahan di lahan persawahan. Akibatnya, sebagian sawah yang telah dibajak pun belum bisa ditanami karena tanggul saluran air mengalami kerusakan.
Ia berharap pemerintah segera melakukan normalisasi saluran irigasi dan memperbaiki jaringan yang rusak agar distribusi air kembali lancar. "Harapan kami tetap bisa tanam padi walaupun kemarau. Mudah-mudahan irigasi segera diperbaiki supaya semua petani bisa mendapatkan air secara merata," tutur Soeparno.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....