Penerimaan Bea Cukai Bengkulu, Capai Rp1,8 Miliar pada Semester I 2026

  • 27 Jul 2026 07:54 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Penerimaan kepabeanan dan cukai di Provinsi Bengkulu hingga akhir semester pertama 2026 tercatat mencapai Rp1,8 miliar. Meski baru memenuhi 2,10 persen dari target APBN sebesar Rp85 miliar, capaian tersebut menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkulu, Nazwar, mengatakan realisasi penerimaan mengalami peningkatan yang sangat signifikan secara tahunan. Dibandingkan periode yang sama pada 2025, penerimaan kepabeanan dan cukai tumbuh hingga 3.683,71 persen secara year on year.

Selain dari sisi penerimaan negara, kinerja ekspor Provinsi Bengkulu juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan sepanjang 2026. Hingga akhir semester pertama, total volume ekspor mencapai 398.383,47 metrik ton dengan nilai ekspor sebesar Rp418,7 miliar.

Menurut Nazwar, peningkatan aktivitas ekspor tersebut mencerminkan mulai pulihnya kinerja perdagangan luar negeri di Bengkulu. Meski demikian, masih terdapat sejumlah kendala yang memengaruhi optimalisasi ekspor dari daerah.

Beberapa hambatan yang dihadapi antara lain berkaitan dengan proses perizinan, kelancaran distribusi logistik, serta faktor-faktor lain yang memengaruhi aktivitas perdagangan internasional. Kondisi tersebut menjadi perhatian Bea Cukai Bengkulu dalam upaya meningkatkan kinerja ekspor maupun penerimaan negara.

Bea Cukai Bengkulu terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengatasi hambatan tersebut. Upaya itu dilakukan agar proses ekspor dapat berjalan lebih efisien dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah.

Meski masih menghadapi berbagai tantangan, Bea Cukai Bengkulu optimistis kinerja penerimaan negara dan ekspor akan terus meningkat pada semester kedua 2026. Optimisme tersebut didukung oleh perbaikan proses perizinan, semakin lancarnya distribusi logistik, serta meningkatnya aktivitas perdagangan internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....