Penjualan Kerang Pantai Panjang Bertahan Andalkan Wisatawan
- 24 Jul 2026 11:51 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Kerang laut tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi sebagai bahan kerajinan dan hiasan. Di kawasan wisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu, pedagang kerang masih bertahan meski penjualan pada hari biasa cenderung sepi.
Salah seorang pedagang, Susilawati (45), telah menjalankan usaha tersebut selama enam tahun. Ia menjual bunga karang, batu karang, kerang cangkang, hingga berbagai kerajinan berbahan dasar kerang.
Sebagian besar barang dagangannya didatangkan dari Sibolga, Pulau Baai, Pulau Enggano, serta sejumlah pengrajin. Produk tersebut kemudian dijual kembali dengan keuntungan tipis agar tetap terjangkau bagi pembeli.
"Saya ambil untung paling sekitar Rp5 ribu sampai Rp10 ribu. Kalau anak-anak sekolah sering saya kasih harga modal saja, karena tujuan saya jualan bukan hanya mencari uang, tapi juga mencari berkah," ujar Susilawati, Jumat 24 Juli 2026.
Menurut Susilawati, pendapatan usahanya sangat bergantung pada jumlah wisatawan yang datang ke Pantai Panjang. Saat libur Tahun Baru maupun Idulfitri, omzet penjualan bisa mencapai sekitar Rp3 juta per hari.
Sebaliknya, pada hari biasa omzet penjualan sering kali hanya sekitar Rp25 ribu. Kondisi tersebut terjadi karena jumlah pembeli jauh lebih sedikit dibandingkan saat musim liburan.
Selain suvenir, Susilawati juga menjual kerang untuk bahan kerajinan sekolah, hiasan akuarium, hingga media filter kolam ikan koi. Ia mengaku sempat mencoba berjualan melalui media sosial, namun memilih kembali berjualan langsung karena dinilai lebih aman.
"Harapan saya usaha ini bisa semakin berkembang, punya karyawan yang membutuhkan pekerjaan, dan suatu saat memiliki ruko sendiri supaya tidak lagi menyewa tempat. Mudah-mudahan usaha ini terus maju dan bisa memberi manfaat bagi orang lain," tutunya .
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....