Unib Usulkan Program Studi Profesi Apoteker, Target Terima Mahasiswa 2027
- 23 Jul 2026 20:41 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Universitas Bengkulu (Unib) mengusulkan pembukaan Program Studi Profesi Apoteker pada 2026 sebagai upaya memperkuat pendidikan kefarmasian di Provinsi Bengkulu. Jika proses perizinan berjalan lancar, program studi tersebut ditargetkan mulai menerima mahasiswa pada 2027.
Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., mengatakan saat ini pendidikan Farmasi di Unib masih berada di bawah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Saat ini Unib telah memiliki Program Diploma III Farmasi dan Program Sarjana (S1) Farmasi.
"Kita sekarang sudah punya D3 Farmasi, punya S1 Farmasi, dan sekarang sedang mengusulkan Profesi Apoteker. Pengusulan ini baru kita ajukan pada tahun 2026 dan mudah-mudahan tahun depan sudah bisa menerima mahasiswa profesi apoteker," ujar Indra, Kamis 23 Juli 2026.
Ia menjelaskan, kehadiran Program Studi Profesi Apoteker menjadi langkah penting dalam melengkapi jenjang pendidikan farmasi di Unib. Setelah memiliki tiga program studi, pihaknya berencana mengembangkan Farmasi menjadi fakultas tersendiri.
"Kalau nanti sudah ada tiga prodi, kita akan merencanakan Farmasi menjadi fakultas sendiri. Tetapi itu dilakukan setelah program profesi berjalan dan mampu melahirkan apoteker dari Universitas Bengkulu," katanya.
Menurut Indra, pembukaan Program Studi Profesi Apoteker sangat mendesak karena selama ini lulusan Sarjana Farmasi Unib harus melanjutkan pendidikan profesi di luar Bengkulu. Kondisi tersebut dinilai menjadi kendala bagi lulusan yang ingin segera memperoleh kompetensi sebagai apoteker.
"Kita ingin alumni-alumni yang kita hasilkan mengambil profesi apoteker di Universitas Bengkulu. Bahkan alumni farmasi dari luar daerah juga kita harapkan bisa melanjutkan pendidikan profesinya di sini," ujarnya.
Ia menambahkan, kebutuhan terhadap tenaga apoteker terus meningkat seiring tingginya minat lulusan Sarjana Farmasi untuk melanjutkan pendidikan profesi. Karena itu, pembukaan program tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat layanan pendidikan tinggi di Bengkulu.
"Sama seperti lulusan kedokteran yang ingin melanjutkan profesi dokter, lulusan Sarjana Farmasi juga pasti ingin melanjutkan ke profesi apoteker. Kami memerlukan dukungan semua pihak, termasuk rekan-rekan media, agar cita-cita baik ini bisa segera terwujud," tutur Indra.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....