Kemenag Sampaikan Aspirasi Terkait Madrasah di Bengkulu Kekurangan Ruang Kelas
- 23 Jul 2026 00:03 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan madrasah menjadi perhatian dalam kunjungan kerja Anggota DPD RI, Apt Hj Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Rabu 22 Juli 2026. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pengembangan madrasah di Bengkulu.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., mengatakan madrasah kini telah menjadi pilihan utama masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan. Kondisi itu terlihat dari jumlah pendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang setiap tahun selalu melampaui daya tampung di sejumlah madrasah negeri.
"Kepercayaan masyarakat terhadap madrasah terus meningkat. Madrasah kini bukan lagi menjadi pilihan kedua, tetapi telah menjadi pilihan utama masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas," kata Saefudin.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Dr. H. Hamdani, M.Pd., mengatakan tingginya animo masyarakat harus diimbangi dengan peningkatan sarana dan prasarana. Penambahan ruang kelas baru serta pembangunan madrasah baru dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar lebih banyak peserta didik dapat tertampung.
Selain itu, Hamdani juga mendorong percepatan transformasi digital di lingkungan madrasah. Menurutnya, pemenuhan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi seperti smartboard di setiap ruang kelas perlu mendapat dukungan dari pemerintah pusat.
"Kami berharap berbagai kebutuhan tersebut dapat menjadi aspirasi yang dibawa ke tingkat nasional. Sehingga pengembangan madrasah dapat berjalan lebih optimal," ujarnya.
Dalam pertemuan itu juga dibahas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di madrasah. Berdasarkan evaluasi Kanwil Kemenag Bengkulu, baru 133 dari total 498 madrasah atau sekitar 33 persen yang telah menerima manfaat program tersebut.
Sebagian besar madrasah lainnya belum dapat mengakses Program MBG karena belum tersedia Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah masing-masing. Kondisi itu diharapkan menjadi perhatian pemerintah agar cakupan program dapat diperluas.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Anggota DPD RI Apt. Destita Khairilisani menyatakan seluruh aspirasi akan dibawa ke tingkat nasional. Sebagai mitra kerja Komite III DPD RI, ia menilai kunjungan ke daerah penting untuk memastikan kebijakan yang disusun pemerintah sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....