Lantik Pengurus PMI Bengkulu, JK Tekan Peran Kemanusiaan-Kesiapsiagaan Bencana
- 21 Jul 2026 13:28 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla melantik jajaran Pengurus PMI Provinsi Bengkulu periode 2026-2031, di Balai Semarak Bengkulu, Selasa 21 Juli 2026. Pelantikan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD, pejabat TNI-Polri, pengurus PMI, Dewan Kehormatan, serta para relawan.
Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus PMI Provinsi Bengkulu yang dinahkodai Sekdaprov Herwan Antoni. Ia meminta seluruh pengurus menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan.
Jusuf Kalla juga memberikan apresiasi kepada pengurus PMI periode sebelumnya yang telah mengabdikan diri selama lima tahun. Menurutnya, kerja dan dedikasi pengurus sebelumnya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan PMI kepada masyarakat.
Ia menegaskan PMI merupakan organisasi kemanusiaan yang menjunjung tinggi prinsip netralitas, kebersamaan, dan tidak membedakan latar belakang masyarakat yang membutuhkan bantuan. "Dengan dasar netralitas dan kebersamaan, siapa pun yang membutuhkan pertolongan harus dilayani tanpa melihat agama, suku, maupun latar belakang lainnya," ujar Jusuf Kalla.
Menurutnya, PMI menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan internasional yang memiliki jaringan luas melalui organisasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di berbagai negara. Semangat pelayanan yang dibangun tidak mengenal batas wilayah karena berlandaskan kepedulian terhadap sesama.
Dalam arahannya, Jusuf Kalla turut menyoroti pentingnya ketersediaan stok darah bagi masyarakat. Ia menyebut hingga saat ini kemajuan teknologi belum mampu menghasilkan darah buatan sehingga kebutuhan darah masih bergantung pada kepedulian antar manusia.
"Sehebat apa pun ilmu pengetahuan di dunia ini, tidak pernah ada yang bisa membuat darah imitasi. Darah hanya bisa berasal dari manusia untuk manusia," katanya.
Ia mengatakan PMI memiliki peran penting dalam menghubungkan para pendonor dengan pasien yang membutuhkan transfusi darah. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan.
Selain pelayanan darah, Jusuf Kalla mengingatkan pentingnya kesiapan PMI dalam menghadapi berbagai bencana alam. Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire memiliki risiko tinggi terhadap bencana seperti gempa bumi, banjir, hingga kekeringan.
Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla menjelaskan struktur kepengurusan PMI telah diatur dengan jumlah terbatas sesuai ketentuan organisasi. Pengurus PMI Pusat berjumlah 21 orang, pengurus tingkat provinsi 17 orang ditambah Dewan Kehormatan, sedangkan pengurus kabupaten dan kota berjumlah 15 orang.
Meski jumlah pengurus terbatas, kekuatan utama PMI berada pada jutaan relawan yang tersebar di berbagai daerah. Para relawan yang berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan pemuda menjadi ujung tombak pelayanan kemanusiaan secara sukarela.
Jusuf Kalla juga menyebut PMI diisi oleh berbagai tokoh berpengalaman yang memilih mengabdikan diri untuk kemanusiaan. Mulai dari mantan pejabat negara hingga tokoh nasional turut berkontribusi dalam menjalankan misi PMI.
Menutup sambutannya, Jusuf Kalla berharap Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Gubernur sebagai pembina dan pelindung PMI terus memberikan dukungan serta arahan kepada pengurus. Dukungan tersebut dinilai penting agar PMI dapat semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kinerja PMI Provinsi Bengkulu ke depan. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat membawa perubahan dan memperkuat pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat.
"Untuk mendukung penuh bagaimana kerja-kerja PMI ke depan menjadi lebih baik. Tentu saja setiap waktu, setiap periode harus memiliki tekad itu," ujar Gubernur Bengkulu.
Ia juga menyoroti persoalan ketersediaan stok darah yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi PMI. Menurutnya, kekurangan stok darah harus menjadi perhatian bersama agar pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan dapat semakin maksimal.
"Apalagi soal kekurangan stok darah menjadi PR yang memang belum tuntas di tahun yang lalu. Maka tahun ini insya Allah apa yang dulu menjadi kekurangan bisa kita perbaiki," katanya.
Susunan Pengurus PMI Provinsi Bengkulu Masa Bakti 2026–2031 menetapkan Gubernur Bengkulu sebagai Pelindung. Sementara Dewan Kehormatan diketuai oleh Hj. Yuliswani, S.E., M.M., dengan anggota Drs. H. Darmawan Yakoeb, M.H., Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., Yasman, A.MK., S.Pd., M.Pd., M.K.M., Yosia Yodan, M.M., M.B.A., Romli Rolan, Lc., serta Hj. Yetti Tostia, S.H.
Untuk jajaran Pengurus PMI Provinsi Bengkulu, posisi Ketua dipercayakan kepada Dr. Herwan Antoni, S.K.M., M.Kes., M.Si., didampingi Wakil Ketua Dr. Khairil Anwar, M.Si., Sekretaris Hj. Hendarini, B.Sc., S.Sos., M.M., dan Bendahara Ir. Putri Yati Utami.
Dalam kepengurusan tersebut, Bidang Organisasi dipimpin Sahidan, S.Sos., M.Kes., Bidang Penanggulangan Bencana oleh Swifanedi Yusda, S.Hut., Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial oleh Lopi Fernandes, S.K.M., M.M., serta Bidang Unit Donor Darah, Klinik dan Rumah Sakit oleh dr. Abdi Setia Kusuma.
Selanjutnya, Bidang Anggota dan Relawan dipimpin Zulhendri, S.Sos., M.Pd., Bidang Pengembangan Sumber Dana, Kerja Sama dan Kemitraan oleh H. Iswahyudi, S.E., M.M., CRM., GRCE., Bidang Humas, Komunikasi dan Informasi oleh Dr. Hj. Nelly Alesa, S.IP., S.K.M., M.Si., serta Bidang Pendidikan dan Pelatihan oleh Hendra Gunawan, S.E., M.Si.
Adapun anggota Pengurus PMI Provinsi Bengkulu terdiri dari Dr. Jon Hendri Nurdan, S.E., M.Kes., Khristian Hermansyah, S.T., Erik Rahman Hidayat, S.Kep., Ainul Mardiati, S.Psi., M.H., dan Ricky Martin, S.Tr., IP.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....