Sepekan, 5 Karhutla Terjadi di Kaur
- 21 Jul 2026 12:50 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bintuhan - Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kabupaten Kaur. Dalam 1 pekan terakhir Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kaur harus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lokasi yang berbeda.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kaur Apen Ardiansyah mengatakan dalam 1 pekan ini terdapat 5 kejadian kebakaran hutan dan lahan yang telah ditangani oleh pihaknya. Jumlah peristiwa kebakaran hutan dan lahan tersebut terhitung dari tanggal 13 Juli 2026 hingga 20 juli 2026.
“Ya dalam 1 minggu terkahir ini hampir setiap hari kami menerima laporan kebakaran hutan dan lahan dari warga. Sudah ada 5 peristiwa karhutla yang terjadi di Kabupaten Kaur dalam 1 minggu ini,” ujar Kepala Damkar Kaur kepada RRI Selasa 21 Juli 2026.
Apen Ardiansyah menjelaskan 5 kejadian kebakaran hutan dan lahan ini 1 diantaraya terjadi di Kecamatan Kaur Utara dan 4 lainnya di Kecamatan Kaur Selatan. Rinciannya kebakaran di Kecamatan Kaur Utara terjadi di Desa Guru Agung tepatnya dilokasi pembungan sampah warga tanggal 13 Juli 2026.
Sementara untuk di Kecamatan Kaur Selatan terjadi di Desa Selasih tanggal 15 Juli 2026. Tepatnya di kebun cengkeh milik warga, hampir 1 hektare lahan kebun cengkeh tersebut hangus terbakar.
Kebakaran selanjutnya di Desa Padang Petron tanggal 17 juli 2026. Kemudian di Desa Jembatan Dua tanggal 18 juli 2026 tepatnya di belakang kantor Telkom, dan yang terakhir di Desa Gedung Sako.
Penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi dalam 1 pekan teakhir di Kabupaten Kaur ialah karena banyaknya warga yang membuka lahan perkebunan baru dengan cara mebakar. Serta warga yang tidak hati-hati saat membakar sampah bekas bersih-bersih kebun.

“Penyebabnya itu ada yang buka lahan dengan cara membakar dan ada juga yang bersih-bersih kebun dengan membakar sampahnya. Karena banyak rumput kering jadinya api bakaran warga ini malah menyebar kemana-mana dan menimbulkan titik api besar,” katanya.
Hingga saat ini penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten kaur masih terus dilakukan. Mengingat cuaca panas serta angin yang berpotensi mempercepat penyebaran api.
Setiap laporan dari masyarakat akan langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan personel dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta BPBD dan TNI-Polri. Masyarakat dangat diharapkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada ketika membakar sampah pastikan api benar-benar sudah mati saat ditinggalkan.
“Kami imbau masyakat jangan membuka lahan dengan membakar, karena itu sangat berisiko menimbulkan Karhutla yang lebih besar. Jangan juga buang puntung rokok sembarangan, ilalang-ilalang kering kalau terkena puntung rokok yang masih menyala juga berpotensi menimbulkan api yang besar,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....