Sejarah Hari Anak Nasional 23 Juli, Momentum Pentingnya Perlindungan Anak
- 21 Jul 2026 09:29 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Setiap tanggal 23 Juli, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional (HAN) sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak, perlindungan, dan kesejahteraan anak. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa yang membutuhkan lingkungan aman, sehat, dan mendukung agar dapat tumbuh serta berkembang secara optimal.
Sejarah Hari Anak Nasional berawal dari perhatian pemerintah terhadap pentingnya kesejahteraan anak sebagai bagian dari pembangunan bangsa. Anak dipandang bukan hanya sebagai penerima perlindungan, tetapi juga sebagai generasi yang akan melanjutkan cita-cita bangsa sehingga perlu mendapatkan pendidikan, pembinaan, serta kesempatan untuk berkembang.
Penetapan Hari Anak Nasional memiliki dasar hukum melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tentang Hari Anak Nasional yang ditetapkan pada 19 Juli 1984. Dalam keputusan tersebut, tanggal 23 Juli ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional sebagai bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan kesejahteraan anak Indonesia.
Keputusan tersebut juga menegaskan bahwa penyelenggaraan Hari Anak Nasional bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran mengenai hak, kewajiban, dan tanggung jawab anak, sekaligus mendorong keterlibatan pemerintah bersama masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan anak.
Peringatan Hari Anak Nasional mulai diselenggarakan sejak tahun 1986 dan terus berkembang menjadi agenda nasional yang melibatkan berbagai pihak. Setiap tahun, pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengangkat tema tertentu yang berkaitan dengan perlindungan anak, pengasuhan keluarga, pendidikan, serta pemenuhan hak anak.
Makna Hari Anak Nasional tidak hanya sebatas perayaan, tetapi menjadi ajakan bagi keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah anak. Anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, kreatif, berkarakter, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita.
Dalam perkembangannya, peringatan Hari Anak Nasional juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan suara, gagasan, dan harapan mereka. Keterlibatan anak dalam berbagai kegiatan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bahwa anak memiliki hak untuk didengar dan dihargai.
Di tengah berbagai tantangan seperti kekerasan terhadap anak, perundungan, kesenjangan pendidikan, dan masalah kesehatan anak, Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Peran keluarga sebagai lingkungan pertama bagi anak menjadi salah satu kunci dalam membentuk generasi yang kuat dan berkualitas.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional setiap 23 Juli, Indonesia kembali meneguhkan komitmen untuk memberikan ruang tumbuh yang aman dan penuh dukungan bagi seluruh anak. Sebab, masa depan bangsa sangat bergantung pada bagaimana hari ini anak-anak dipenuhi haknya, dilindungi, dan diberikan kesempatan untuk berkembang.
Sumber Referensi
1. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tentang Hari Anak Nasional. Database Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.
2. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia – Press Release Hari Anak Nasional.
3. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia – Puncak Perayaan Hari Anak Nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....