Piala Dunia 2026 Dongkrak Perputaran Ekonomi UMKM di Kota Bengkulu

  • 21 Jul 2026 09:29 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Gelaran Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat Kota Bengkulu, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menilai kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar selama berlangsungnya Piala Dunia 2026 telah menjadi salah satu pemicu meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut Dedy antusiasme warga untuk menyaksikan pertandingan sepak bola terbesar di dunia tersebut turut mendorong peningkatan transaksi di berbagai sektor usaha. Dedy mengatakan perputaran uang tidak hanya terjadi di titik-titik nobar yang difasilitasi pemerintah, tetapi juga menyebar ke berbagai lokasi lain seperti kafe, warung makan, dan tempat usaha masyarakat yang turut menggelar acara serupa.

"Saya yakin sangat besar. Karena selain kita nobar di sini, juga di kafe-kafe saya lihat juga ada nobar, kemudian di beberapa tempat," ujar Dedy, Selasa 21 Juli 2026.

Selama turnamen berlangsung, sejumlah pelaku usaha memanfaatkan tingginya minat masyarakat untuk berkumpul dan menyaksikan pertandingan dengan menyediakan berbagai produk dan layanan, mulai dari makanan, minuman hingga kebutuhan pendukung acara nobar. Kondisi tersebut dinilai mampu meningkatkan pendapatan UMKM sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Selain dampak ekonomi, Dedy juga mengapresiasi kebijakan penyiaran Piala Dunia 2026 yang dinilai lebih memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati pertandingan secara bersama-sama di ruang publik. Menurutnya, kepemilikan hak siar oleh TVRI sebagai lembaga penyiaran publik membuat pemerintah daerah lebih leluasa memfasilitasi kegiatan nobar tanpa terkendala aturan yang terlalu ketat.

Ia menilai kebijakan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat karena dapat menghadirkan hiburan gratis sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi pelaku usaha di sekitar lokasi kegiatan. Dedy berharap pengalaman selama Piala Dunia 2026 dapat menjadi contoh bahwa penyelenggaraan kegiatan berskala nasional maupun internasional mampu memberikan manfaat ganda, yakni sebagai sarana hiburan masyarakat sekaligus penggerak ekonomi daerah.

"Satu hal adalah karena TVRI mengambil hak siar dan juga TVRI adalah milik negara, maka sekarang aturan tidak begitu ketat, kalau dulu masyarakat ingin nonton itu ketat sekali aturannya. Tapi hari ini kita, pemerintah hadir memberikan hiburan gratis kepada masyarakat. Maka ke depan, event-event nasional maupun internasional, saya berharap bisa terus difasilitasi," katanya.

Sementara itu, salah seorang pelaku UMKM Kuliner Nada mengaku pendapatanya selama pagelaran Nobar piala dunia sanggat meningkat. Menurutnya dengan adanya piala dunia dan nobar ini membuat dagangannya lebih laku.

"Ya Alhamdulillah, sanggat meningkat, terutama kalau ada nobar. Terelebih kalau ada pertandingan yang mempertemukan negara besar, biasanya penontonya juga lebih banyak," ujarnya.

Kini perhelatan Piala Dunia 2026 telah resmi berakhir dengan Spanyol keluar sebagai juara dunia, Spanyol sukses mengalahkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung sengit. Keberhasilan Spanyol menutup turnamen sekaligus mengakhiri euforia sepak bola yang selama beberapa pekan terakhir turut menghidupkan suasana dan aktivitas ekonomi di Kota Bengkulu.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....