Usai MPLS Ramah Anak, SMPN 10 Kota Bengkulu Siap Memulai Pembelajaran Normal
- 20 Jul 2026 11:57 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – SMP Negeri 10 Kota Bengkulu telah menuntaskan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Usai kegiatan tersebut, sekolah siap memulai proses belajar mengajar secara normal bagi seluruh peserta didik, mulai hari ini 20 Juli 2025.
Selama MPLS, peserta didik baru diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, budaya belajar, serta berbagai program yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan di SMPN 10 Kota Bengkulu. Siswa juga mendapatkan sosialisasi mengenai bahaya narkoba, pencegahan perundungan (bullying), sekolah sehat, kegiatan rutin sekolah, serta berbagai pilihan ekstrakurikuler yang dapat diikuti sesuai minat dan bakat.

Foto: Kegiatan belajar mengajar hari pertama usia MPLS di SMPN 10 Kota Bengkulu dimulai dengan kegiatan upacara bendera, Senin, 20 Juli 2026. (dok:SMPN10KB)
Kepala SMPN 10 Kota Bengkulu, Asdiono, M.Pd., mengatakan seluruh rangkaian MPLS berlangsung aman, tertib, dan kondusif sesuai tema yang diusung, yakni MPLS Ramah dan Aman bagi Anak. Menurutnya, kegiatan tersebut berhasil membangun kesiapan mental peserta didik baru sebelum memasuki proses pembelajaran secara penuh.
Asdiono menambahkan, kualitas pendidikan di SMPN 10 Kota Bengkulu mampu bersaing dengan sekolah lain di Kota Bengkulu. Hal tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, bahwa seluruh sekolah negeri memiliki kualitas yang setara tanpa membedakan letaknya, baik di pusat maupun di pinggiran kota.

Foto: Kepala Sekolah SMPN 10 Kota Bengkulu, Asdiono, M.Pd (dok:RRI Bengkulu)
Dalam kegiatan MPLS, sekolah juga menanamkan berbagai kebiasaan positif kepada para siswa sejak hari pertama. Salah satunya adalah tradisi menyalami guru sebelum memasuki lingkungan sekolah sebagai bentuk penghormatan kepada guru dan orang tua.
Selain itu, siswa dibiasakan menjaga kebersihan lingkungan kelas maupun halaman sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter. Budaya tersebut terlihat dari kondisi lingkungan sekolah yang bersih sehingga hampir tidak ditemukan sampah saat RRI mengunjungi SMPN 10 Kota Bengkulu.
"Alhamdulillah, tuntas MPLS dengan baik, sesuai arahan pihak dinas dan juga kementerian. Mulai hari ini kita akan memulai proses pembelajaran seperti biasa," kata Asdiono.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Rosy, S.Pd., mengatakan kondisi fasilitas sekolah secara umum berada dalam keadaan baik dan terus mengalami peningkatan. Bahkan, sekolah baru saja memiliki Laboratorium Teknologi Informasi (IT) yang dilengkapi 45 unit Chromebook serta sejumlah perangkat komputer yang dapat dimanfaatkan guru maupun siswa.
Rosy mengakui masih terdapat beberapa sarana yang perlu dilengkapi apabila dibandingkan dengan sekolah lain. Meskipun belum sebaik sarana dibeberapa sekolah lain, hal tersebut justru menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi.

Foto: Siswa dan siswi yang sedang bermain didepan kelas saat jam istirahat. (dok:RRI Bengkulu)
Berbagai prestasi berhasil diraih SMPN 10 Kota Bengkulu dalam beberapa tahun terakhir, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Pada bidang kepramukaan, sekolah ini rutin meraih juara mulai dari tingkat lokal, regional hingga nasional.
Prestasi juga ditorehkan pada cabang olahraga futsal yang menjadikan SMPN 10 Kota Bengkulu sebagai salah satu sekolah langganan juara di tingkat SMP Kota Bengkulu. Capaian tersebut menunjukkan konsistensi sekolah dalam membina potensi peserta didik di berbagai bidang, seperti O2SN, FL2SN, dan beragam kegaiatan lain.
Di bidang akademik, salah seorang siswi SMPN 10 Kota Bengkulu berhasil meraih Juara III pada Ujian Tobo Kito Tahun 2025 yang diinisiasi Pemerintah Kota Bengkulu sebelum Tes Kemampuan Akademik (TKA) diberlakukan secara resmi. Peringkat pertama dan kedua pada ajang tersebut diraih oleh sekolah swasta di Kota Bengkulu.
"Artinya, untuk kategori SMP negeri, siswi kami merupakan yang terbaik. Kalau dikelompokkan khusus SMP negeri berarti juara satu, dan ini menjadi motivasi bagi guru maupun siswa untuk terus meningkatkan kualitas belajar dan mengajar," ujar Asdiono.
Ia optimistis prestasi serupa akan terus bertambah pada masa mendatang melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan pembinaan siswa. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa sekolah di kawasan pinggiran kota juga mampu melahirkan peserta didik yang berprestasi, tidak hanya satu atau dua siswa, namun banyak siswa.

Foto: Aktivitas belajar dan mengajar (dok:RRI Bengkulu)
Kepercayaan masyarakat terhadap SMPN 10 Kota Bengkulu ujarnya juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun ajaran ini, sekolah menerima 225 peserta didik baru yang terbagi dalam tujuh rombongan belajar, sementara sejumlah pendaftar lainnya terpaksa tidak dapat diterima karena kuota telah terpenuhi.
"Secara tidak langsung hal ini menggambarkan animo masyarakat, pendaftar tahun ini sangat banyak. Semoga sekolah ini teru dipercaya oleh masyarakat untuk mendidik putra-putrinya," kata wakil Kepala sekolah Bidang prasarana, Rosy.
Disisi lain, Guru IPS SMPN 10 Kota Bengkulu, Tomi, S.Pd., menilai selain dukungan dari guru, lokasi sekolah yang berada di kawasan persawahan juga menjadi salah satu keunggulan tersendiri. Suasana belajar yang tenang, jauh dari kebisingan lalu lintas, serta lingkungan yang masih dipenuhi pepohonan menciptakan kondisi yang nyaman bagi peserta didik.
Hal tersebut sejalan dengan pendapat Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Amir Hamzah, S.Pd., ia mengatakan karakter peserta didik saat ini membutuhkan pendekatan pembelajaran yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Menurutnya, lingkungan sekolah yang asri dan kondusif menjadi modal penting dalam membangun proses pendidikan yang efektif sekaligus membentuk karakter siswa yang berprestasi.

Foto: Suasana kantin sekolah yang tetap rapi, tertata, sehat dan asri (dok:RRI Bengkulu)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....