Bengkulu Dapat Alokasi 8.500 Hektare untuk Program Pertanian Modern PM-AAS

  • 20 Jul 2026 08:33 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) resmi mulai dijalankan Kementerian Pertanian sebagai bagian dari transformasi pertanian nasional menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing. Program tersebut mengusung modernisasi budi daya padi melalui penerapan mekanisasi penuh dan teknologi tanam benih langsung untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Untuk Provinsi Bengkulu, pemerintah pusat mengalokasikan lahan seluas 8.500 hektare sebagai lokasi pelaksanaan program PM-AAS. Saat ini, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu masih melakukan pendataan calon petani dan calon lokasi (CPCL) serta sosialisasi kepada petani di sejumlah daerah.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi, mengatakan penyusunan CPCL ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026. Setelah tahapan tersebut selesai, program akan dilanjutkan dengan penetapan lokasi dan persiapan pelaksanaan di tingkat petani.

Salah satu teknologi yang diterapkan dalam program PM-AAS adalah sistem tanam benih langsung atau tabela. Melalui metode tersebut, benih padi langsung ditanam di lahan menggunakan alat khusus seperti drum seeder atau paralon tanpa melalui tahapan persemaian dan pindah tanam.

Selain sistem tabela, PM-AAS juga menerapkan pola tanam dengan populasi tanaman yang lebih rapat. Jumlah rumpun padi yang sebelumnya rata-rata mencapai 320 ribu hingga 350 ribu rumpun per hektare akan ditingkatkan menjadi sekitar 800 ribu hingga satu juta rumpun per hektare untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan meningkatkan hasil panen.

Penerapan teknologi tersebut memang membutuhkan kebutuhan benih yang lebih besar dibandingkan metode konvensional. Namun, petani tidak perlu khawatir karena pemerintah pusat telah menyiapkan dukungan berupa bantuan benih, pupuk untuk pemeliharaan, serta berbagai peralatan pertanian modern yang dibutuhkan selama pelaksanaan program.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap program PM-AAS dapat mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi pertanian di daerah. Melalui penerapan mekanisasi dan teknologi modern, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat daya saing sektor pertanian Bengkulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....