Jalan  Desa Simpang Ketenong Amblas, Kendaraan  Berat Dilarang Melintas

  • 18 Jul 2026 11:53 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID,Bengkulu Utara - Badan jalan di Desa Simpang Ketenong, Kecamatan Kerkap Dan Desa Padang Bendar, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara mengalami amblas parah, hingga membentuk lubang dengan ukuran besar. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kecelakaan, terutama pada malam hari.

Kepala Desa Simpang Ketenong, Kecamatan Kerkap Aguanda menjelaskan kerusakan parah pada ruas jalan tersebut terjadi pada Rabu malam 8 juli 2026 lalu. Awalnya hanya muncul retakan kecil di badan jalan namun kondisi terus memburuk hingga sebagian jalan amblas dan membentuk lubang yang semakin melebar.

"Amblesnya jalan ini terjadi pada tanggal 8 Juli kemarin. Sebelum mu cuk kubang besar, jalan ini memang retak," ujar Kepala Desa Simpang Ketenong kepada RRI Jumat 17 Juli 2026.

Kondisi lubang pada badan jalan (foto:doni)

Menurut Kepala Desa Simpang Ketenong, kerusakan jalan tersebut diduga disebabkan oleh sejumlah faktor yang terjadi secara bersamaan. Yang pertama jalan tersebut kerap dilintasi oleh truk dengan muatan berat.

Kedua kondisi gorong-gorong di bawah badan jalan dilaporkan mengalami kerusakan atau pecah. Ketiga kondisi itu diperburuk oleh rembesan air dari pipa PDAM.

Rembesan air tersebut membuat tanah penopang jalan menjadi terkikis. Sehingga menyebabkan struktur jalan kehilangan daya dukung dan akhirnya amblas.

"Penyebab amblasnya jalan ini karena setiap malam selalu dilintasi oleh truk bermuatan berat. Kemudian gorong-gorong di bawah jalan itu pecah ditambah lagi ada rembesan air," ucapnya.

Pengendara melintas dengan sistem buka tutup (foto:doni)

Jalan tersebut statusnya merupakan jalan Provinsi Bengkulu, masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Bengkulu segera melakukan penanganan darurat dan lakukan perbaikan. Mengingat jalan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas harian.

Selain itu kondisinya sangat berisiko, terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hari. Dalam hal ini Pemerintah Desa bersama warga dan jajaran Polsek setempat telah memasang rambu-rambu peringatan serta tanda pengaman di sekitar lokasi amblas.

" Karena jalan itu statusnya milik Provinsi Bengkulu, kami hanya bisa memasang rambu-rambu peringatan dan tanda pengaman. Kami sangat berharap jalan ini dapat segera ditangani agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas lagi, " ujarnya.

Untuk arus lalu lintas di Desa Simpang Ketenong saat ini menggunakan sistem buka tutup. Meski kendaraan masih bisa melintas, namun Pemerintah Desa mengimbau kendaraan bertonase berat untuk tidak melintasi ruas tersebut karena dikhawatirkan dapat semakin memperparah kerusakan yang sudah terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....