Keluarga dan Sekolah Miliki Peran Penting Cegah Kasus Kekerasan pada Anak
- 08 Jul 2026 10:11 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bengkulu Utara - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bengkulu Utara cukup tinggi. Hal ini membutuhkan perhatian dariseluruh elemen masyarakat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkulu Utara, Solita Meida mengatakan pada tahun 2026, pihaknya mencatat ada 14 kasus kekerasan dan asusila yang terjadi. Mayoritas korban dari kasus tersebut merupakan anak di bawah umur.
"Masalah kasus kekerasan dan asusila yang terjadi di Bengkulu Utara harus menjadi perhatian kita semua. Pada tahun ini sudah ada 14 kasus kekerasan dan asusila yang terjadi di Kabupaten kita," ujar Kepala DPPPA kepada RRI Selasa 7 Juli 2026.
Kepala Dinas PPPA menyebut seluruh kasus tersebut telah ditangani sejak Januari hingga Juni atau pertengahan tahun ini. Bentuk kekerasan yang terjadi didominasi kasus kekerasan seksual, persetubuhan terhadap anak, serta berbagai bentuk kekerasan lainnya yang menimpa perempuan dan anak.
Masih tingginya angka kasus kekerasan dan asusila ini menjadi peringatan. Bahwa perlindungan terhadap anak tidak bisa dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah saja.
Peran keluarga, pihak sekolah, masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan. Sehingga kasus-kasus kekerasan dan asusila terhadap anak dan perempuan tidak kembali terjadi.
"Rincian dari 14 kasus yang terjadi ini 9 korban anak dan 5 korban perempuan. Untuk menangani kasus seperti ini tidak bisa hanya dari Pemerintah saja, tapi juga buruh keren dari semua pihak," katanya.
Dalam upayanpencegahan, DPPPA Bengkulu Utara terus mengoptimalkan program sosialisasi dan edukasi di sekolah - sekolah yang ada di Kabupaten Bengkulu Utara. Program tersebut dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin.
Pada program sosialisasi dan edukasi ini DPPPA memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai bahaya kekerasan dan pentingnya menjaga diri. Serta keberanian untuk melapor apabila menjadi korban maupun mengetahui adanya tindak kekerasan.
Program ini juga menjadi sarana membangun kesadaran seluruh lingkungan sekolah agar lebih peduli terhadap perlindungan anak. Sehingga terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
"Kami berharap melalui sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Kasus kekerasan dan asusila terhadap perempuan dan anak di Bengkulu Utarabdapat berkurang," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....