Petahanan Tanjung Verde Kunci Keberhasilannya Masuk Babak 32 Besar Piala Dunia
- 03 Jul 2026 11:18 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bengkulu - Sejak dimulainya Piala Dunia 2026 pada tanggal 11 Juni lalu. Beragam hal-hal menarik dan mengejutkan banyak terjadi.
Bahkan hal yang jarang terjadi dan dianggab mustahilpun terjadi pada Piala Dunia tahun ini. Seperti yang saat ini masih menjadi perbincangan hangat diantara penggemar sepak bola, yakni timnas Cape Verde atau Tanjung Verde.
Negara kepulauan kecil di lepas pantai Afrika Barat itu kini menjadi sorotan dunia. Karena kiprah luar biasa mereka di panggung sepak bola.
Seperti yang diungkapan oleh salah seorang penggemar sepak bola di Kota Bengkulu Jaka Raygustafi, ia menyebut timnas Tanjung Verde menarik perhatian dunia sepak bola karena timnas tersebut berhasil lolos Piala Dunia, dengan masuk ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Padahal Tanjung Verde tidak memiliki pemain bintang serta merupakan Negara Debutan.
"Menurut saya Tanjung Verde sangat surprise ya. Karena mereka yang merupakan negara debutan bisa masuk babak 32 besar Piala Dunia 2026," ujar Jaka Raygustafi kepada RRI Jumat 3 Juli 2026.
Solidnya pertahanan menjadi kunci keberhasilan Tanjung Verde. Penampilan gemilang penjaga gawang Vozinha mendapat banyak pujian setelah berkali-kali menggagalkan peluang lawan sepanjang fase grup.
Seperti saat melawan Spanyol bisa bermain dengan imbang serta saat melawan Uruguay juga bisa ditahan imbang. Disiplin organisasi permainan yang diterapkan pelatih Bubista juga membuat tanjung verde mampu bersaing menghadapi tim-tim unggulan meski memiliki kualitas individu yang tidak sepopuler para pesaingnya.
"Mereka tidak memiliki pemain bintang ya. Tapi mereka mampu bermain secara kolektif dan bermain dengan kerja sama tim yang baik saat melawan tim-tim besar," katanya.
Keberhasilan Timnas Tanjung Verde yang dijuluki Blue Sharks ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya Tanjung Verde yang merupakan negara berpenduduk hanya sekitar 525 ribu jiwa, melaju ke pesta sepak bola terbesar dunia. Mereka menjadi negara dengan populasi terkecil kedua yang mampu menembus Piala Dunia, setelah Islandia pada edisi 2018.
"Untuk taktikal Timnas Tanjung Verde ini sebenarnya biasa saja yakni taktik parkir bus. Tapi cara mereka menerapkan taktik ini lebih kolektif dan yang paling menonjol cara pertahanan mereka yang bikin lawan tidak bisa menyerang dengan leluasa," ujar Jaka.
Kisah tanjung verde bukan sekadar tentang sepak bola. Ini adalah cerita tentang tekad, keberanian, dan pembuktian bahwa tidak ada yang tidak mungkin dalam olahraga.
Namun Perjalanan Tanjung Verde belum berakhir di Piala Dunia 2026. Di babak 32 besar, mereka sudah ditunggu oleh tantangan terbesar karena akan menghadapi juara bertahan dunia, yakni Argentina.
Laga tersebut akan digelar di Miami Stadium pada 4 Juli 2026. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan emas bagi Timnas Tanjung Verde untuk kembali unjuk gigi dengan kejutan terbarunya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....