Bea Cukai Bengkulu Serap Aspirasi Pengguna Jasa untuk Tingkatkan Layanan Ekspor
- 02 Jul 2026 14:01 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Bengkulu menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) di Aula Kantor Bea Cukai Bengkulu, Kamis 2 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti para pengguna jasa, pelaku usaha, instansi pemerintah, BUMN, serta pemangku kepentingan lainnya sebagai tindak lanjut hasil Survei Kepuasan Pengguna Layanan (SKPL) sekaligus komitmen Bea Cukai dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Forum tersebut menjadi ruang dialog antara Bea Cukai dan para pengguna jasa untuk menyampaikan kritik, saran, serta masukan terhadap pelayanan kepabeanan dan cukai. Melalui FKP, Bea Cukai Bengkulu ingin memastikan setiap evaluasi dari masyarakat menjadi dasar perbaikan layanan yang berkelanjutan.
Kepala KPPBC TMP C Bengkulu, Nazwar, mengatakan Forum Konsultasi Publik sangat dibutuhkan untuk mengetahui secara langsung kekurangan maupun kelebihan pelayanan yang telah diberikan. Menurutnya, masukan dari pengguna jasa menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Forum Konsultasi Publik ini kami butuhkan untuk mengetahui apa saja kekurangan dari pelayanan publik yang kami berikan. Bengkulu memiliki aktivitas ekspor yang cukup tinggi, terutama ekspor komoditas dan produk UMKM, sehingga kami ingin terus memperbaiki kualitas pelayanan," kata Nazwar.
Ia menjelaskan Bengkulu memiliki potensi sumber daya alam yang besar untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor. Selain batu bara sebagai komoditas utama, terdapat potensi sektor perikanan, hasil perkebunan, hingga produk makanan dan minuman yang memiliki peluang menembus pasar internasional.
Nazwar mengatakan forum tersebut juga menjadi sarana menyerap aspirasi para pemangku kepentingan mengenai pelayanan ekspor. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan pelayanan Bea Cukai Bengkulu agar semakin cepat, mudah, dan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha.

Menurutnya, berdasarkan masukan yang diterima selama ini, mayoritas pengguna jasa menyatakan puas terhadap pelayanan Bea Cukai Bengkulu. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen melakukan berbagai perbaikan agar kualitas pelayanan terus meningkat dari waktu ke waktu.
Untuk mewujudkan pelayanan yang lebih baik, Bea Cukai Bengkulu akan terus memperkuat kolaborasi dan sinergi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Bengkulu. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan pelayanan ekspor sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.
Nazwar berharap semakin banyak komoditas asal Bengkulu yang dapat diekspor langsung melalui pelabuhan di Bengkulu tanpa harus dikirim terlebih dahulu ke provinsi lain seperti Lampung, Jakarta, Palembang, maupun Padang. Menurutnya, peningkatan ekspor langsung dari Bengkulu akan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah karena adanya penerimaan dana bagi hasil yang diperoleh pemerintah daerah dari aktivitas ekspor tersebut.
Dalam forum itu, salah seorang pelaku UMKM, Okta, menyampaikan usulan agar Bea Cukai menyediakan papan informasi atau alur pelayanan ekspor yang mudah dipahami. Menurutnya, informasi yang jelas akan membantu pelaku UMKM mengetahui tahapan pengurusan dokumen sehingga tidak perlu bolak-balik ke kantor Bea Cukai, mengingat instansi tersebut merupakan tahapan akhir dalam proses ekspor setelah seluruh persyaratan dari instansi terkait lainnya dipenuhi.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha LPP RRI Bengkulu, Tri Ivan, menyatakan kesiapan RRI untuk mendukung peningkatan kapasitas UMKM melalui penyebarluasan informasi mengenai prosedur dan persyaratan ekspor. Menurutnya, RRI siap memfasilitasi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar semakin banyak pelaku UMKM memahami mekanisme ekspor dan mampu memanfaatkan peluang pasar internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....