Kemenag Targetkan 30.300 Peserta dalam Gerakan Nasional Verifikasi Arah Kiblat
- 30 Jun 2026 12:14 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bengkulu –Kementerian Agama Republik Indonesia menargetkan sedikitnya 30.300 peserta dari Provinsi Bengkulu untuk berpartisipasi dalam Gerakan Nasional 1.448.000 Verifikasi Arah Kiblat. Program ini ditujukan kepada berbagai kalangan, termasuk penghulu, penyuluh agama Islam, pengurus masjid dan musala, pesantren, madrasah, sekolah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan Islam, serta masyarakat umum.
Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kantor Wilayah Kemenag Bengkulu, H. Pahrizal, M.Si, menegaskan bahwa Provinsi Bengkulu siap mendukung pelaksanaan gerakan nasional tersebut. “Kegiatan ini menyasar penghulu, penyuluh agama Islam, pengurus masjid dan musala, pesantren, madrasah, sekolah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan Islam, serta masyarakat umum. Karena itu, sesuai arahan pusat, kami mengharapkan kerja sama yang baik dari para penghulu dan penyuluh untuk mendaftarkan sedikitnya 50 peserta dari masing-masing aparatur,” ungkap Pahrizal.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fenomena alam yang telah lama dikenal dalam tradisi ilmu falak guna memastikan arah kiblat secara mudah dan akurat. “Ini merupakan momentum edukasi sekaligus penguatan kualitas ibadah umat. Gerakan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Peaceful Muharam 1448 H yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama,” jelas Saefudin.
Menurut Saefudin, selain memperingati Tahun Baru Hijriah, program ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi publik yang memberikan manfaat nyata melalui penguatan literasi keagamaan dan ilmu falak. Ia berharap, partisipasi aktif masyarakat dalam program ini dapat membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya arah kiblat dalam pelaksanaan ibadah.
Di sisi lain, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa gerakan ini bertujuan untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya arah kiblat sekaligus mengenalkan pemanfaatan ilmu falak dalam kehidupan sehari-hari. “Fenomena astronomi yang terjadi dua kali dalam setahun ini merupakan kesempatan terbaik untuk melakukan verifikasi arah kiblat secara mandiri,” kata Arsad.
Gerakan nasional ini bukan hanya berdampak pada penguatan ibadah individu, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas pemahaman masyarakat terhadap aspek-aspek penting dalam agama. Dengan adanya program ini, Kementerian Agama berharap masyarakat dapat lebih cermat dalam menentukan arah kiblat dan memahami ilmu falak yang berkaitan dengan ibadah mereka.
Melalui partisipasi aktif dalam Gerakan Verifikasi Arah Kiblat, Kementerian Agama juga bertujuan untuk menyatukan umat dalam keinginan melaksanakan ibadah dengan benar serta saling berbagi pengetahuan yang bermanfaat. Diharapkan, gerakan ini akan menjadi titik tolak untuk menciptakan masyarakat yang lebih religius dan memahami pentingnya ilmu dalam beribadah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....