Guru Besar Psikologi: Lingkungan Kesehatan Mental Perlu Dibangun

  • 18 Jun 2026 11:16 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kesehatan mental menjadi perhatian penting di lingkungan perguruan tinggi karena berpengaruh langsung terhadap kualitas belajar, bekerja, dan kehidupan sosial sivitas akademika. Untuk itu, Universitas Bengkulu terus mendorong terciptanya sistem dukungan yang mampu menjaga kesejahteraan psikologis mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Upaya tersebut dinilai tidak dapat bertumpu pada layanan konseling semata karena persoalan kesehatan mental memiliki dimensi yang luas dan kompleks. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur kampus agar tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung bagi setiap individu.

Guru Besar Psikologi Universitas Esa Unggul, Prof. Adi Fahrudin, Ph.D., pada 17 Juni 2026 di Bengkulu mengatakan, peningkatan kesehatan mental memerlukan pendekatan yang bersifat kolektif dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan program kesehatan mental sangat ditentukan oleh hadirnya ekosistem kepedulian yang melibatkan seluruh warga kampus.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa dapat berperan melalui deteksi dini dan dukungan sebaya terhadap teman yang menghadapi kesulitan psikologis. Sementara itu, tenaga kependidikan dapat membantu dengan menciptakan pelayanan yang lebih ramah sekaligus peka terhadap kondisi yang dialami mahasiswa.

Peran dosen juga dinilai sangat strategis karena memiliki interaksi yang intens dengan mahasiswa selama proses akademik berlangsung. Melalui pendekatan yang empatik dan kemampuan mengenali gejala awal permasalahan, dosen dapat menjadi penghubung penting menuju layanan bantuan profesional.

Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan fondasi bagi terciptanya lingkungan akademik yang produktif dan harmonis. Karena itu, penguatan layanan pendampingan dan konseling harus menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam pengembangan kampus.

Menurutnya, layanan konseling yang profesional dan mudah diakses akan membantu sivitas akademika menghadapi berbagai tantangan yang muncul selama menjalankan aktivitas pendidikan. Kehadiran sistem dukungan yang kuat juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui Workshop Pengayaan Bimbingan Konseling yang diselenggarakan Unit Penunjang Akademik Bimbingan Konseling (UPA BK) Universitas Bengkulu pada Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Layanan Terpadu Unib itu diikuti oleh mahasiswa, tenaga kependidikan, dan dosen dari berbagai fakultas.

Kepala UPA BK Unib, Yessilia Osira, menjelaskan bahwa workshop menjadi bagian dari strategi kampus dalam mendukung peningkatan kesehatan mental insan akademika. Selain memaparkan hasil asesmen kerentanan yang pernah dilakukan, kegiatan tersebut juga memberikan penguatan keterampilan dasar konseling dan kemampuan mendengar aktif kepada peserta.

Workshop turut menjadi sarana sosialisasi layanan UPA BK sekaligus penyusunan langkah lanjutan untuk pengembangan sistem pendampingan di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, Universitas Bengkulu berharap budaya kepedulian terhadap kesehatan mental semakin tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan akademik sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....