Pemprov Bengkulu Sosialisasi KTP dan TPP, Warga Talo Diajak Lebih Waspada

  • 18 Jun 2026 07:17 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Seluma - Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar Sosialisasi Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Aula Kantor Camat Talo, Kabupaten Seluma, Rabu 17 Juni 2026. Kegiatan ini dibuka Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi Bengkulu, Gusti Miniarti.

Bertema “Bersama Lindungi Perempuan, Bersatu Hentikan Perdagangan Orang” ini dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Seluma yang diwakili Dwi Halida Ariyani, Camat Talo Agus Darmawan, Camat Ilir Talo Tusmi Herawani,. Lalu ada Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Seluma Sumiati, Danramil 425-02/Talo Kapten Inf Siswan Affandi, Kapolsek Talo Iptu Arif Hidayat, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), kepala desa, tokoh masyarakat, serta peserta sosialisasi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya, yakni perwakilan Polda Bengkulu Ipda Dedy Pebrianto, Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Wilayah Bengkulu Wendry Surya, Psikolog, serta Direktur Yayasan PUPA Bengkulu Susi Handayani. Ketua Panitia Penyelenggara, Nima Yuliar Hartati, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan serta bahaya perdagangan orang yang masih menjadi ancaman di tengah masyarakat.

“Semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan kita dan meningkatkan kesadaran pencegahan kekerasan dan KTP. Serta semua pihak diharap berperan aktif dalam mengenal bentuk-bentuk kekerasan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang kerap menjadi pintu masuk tindak pidana perdagangan orang. “Menghindari iming-iming yang berisiko menjerumuskan pada penipuan dan mendorong keberanian terhadap diri sendiri untuk berani menolak,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Talo Agus Darmawan berharap para peserta dapat mengikuti sosialisasi dengan serius sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan masing-masing. “Saya harap para peserta dapat menyimak dan memahami apa yang disampaikan oleh narasumber dan diterapkan di daerah masing-masing,” katanya.

Sementara itu Gusti Miniarti menegaskan kegiatan sosialisasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata untuk memperkuat pemahaman masyarakat dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan tindak pidana perdagangan orang. “Sosialisasi ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan langkah nyata kita untuk saling mengingatkan, saling melindungi dan memperkuat pengetahuan,” ujar Gusti.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan maupun kejahatan perdagangan orang. “Semoga perempuan dan anak-anak kita senantiasa terlindungi, berdaya dan bisa berkarya dengan tenang demi kemajuan bangsa dan daerah kita,” tutur Gusti.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....