Prosesi Ambik Tanah Awali Festival Tabut 2026

  • 16 Jun 2026 18:58 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Prosesi Mengambik Tanah menandai dimulainya rangkaian Festival Tabut Bengkulu tahun 2026. Ritual sakral tersebut dilaksanakan pada malam 1 Muharam 1448 Hijriah, atau Senin 15 Juni malam.

Tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun itu menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya dan spiritual masyarakat Bengkulu. Prosesi berlangsung khidmat dan diikuti keluarga besar Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Bencoolen Bengkulu.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Alpha Rizal Fadlan, mengatakan pemerintah daerah mendukung penuh pelestarian budaya. Menurutnya, tradisi Tabut merupakan identitas masyarakat Bengkulu yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

Ia menjelaskan ritual Mengambik Tanah memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang sangat tinggi. Keunikan tradisi ini menjadikannya salah satu warisan budaya khas Bengkulu yang tidak ditemukan di daerah lain.

Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mengapresiasi konsistensi Kerukunan Keluarga Tabut yang terus menjaga tradisi tersebut. Peran keluarga Tabut dinilai sangat penting dalam memastikan warisan budaya ini tetap lestari.

Sementara itu, Ketua KKT Bencoolen Bengkulu, Achmad Syafril, menjelaskan prosesi Mengambik Tanah memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan sejarah syahidnya Imam Husain di Padang Karbala. Ritual tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan dan pengorbanan yang dikenang dalam tradisi Tabut.

Ia menerangkan filosofi ritual berakar dari kisah ketika Malaikat Jibril menyerahkan segenggam tanah Karbala kepada Rasulullah SAW. Tanah tersebut menjadi pertanda akan gugurnya Imam Husain dalam peristiwa Karbala.

Dalam prosesi itu, segenggam tanah diambil lalu dibungkus menggunakan kain putih. Tanah tersebut kemudian disemayamkan di gerga masing-masing keluarga Tabut sebelum digunakan pada tahapan Tabut Bersanding.

Menurut Achmad, ritual Mengambik Tanah juga mengandung pesan kehidupan yang mendalam. Tradisi ini mengingatkan manusia bahwa setiap insan berasal dari tanah dan pada akhirnya akan kembali ke tanah.

Usai prosesi Mengambik Tanah, rangkaian Festival Tabut 2026 akan berlanjut dengan sejumlah ritual lainnya. Di antaranya Duduk Penja, Menjara, Arak Penja, Arak Sorban hingga Tabut Tebuang pada 10 Muharam.

Festival Tabut merupakan agenda budaya terbesar di Bengkulu yang setiap tahun menarik perhatian masyarakat dan wisatawan. Festival Tabut digelar pada 16–25 Juni 2026 di Lapangan Sport Centre, Kota Bengkulu, sebagai salah satu Kharisma Event Nusantara (KEN) yang ditetapkan Kementerian Pariwisata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....