Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Tata UMKM Dukung Festival Tabot 2026

  • 15 Jun 2026 12:47 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Dinas Pariwisata Kota Bengkulu menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Festival Tabot 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penataan kawasan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas maupun kenyamanan pengunjung selama festival berlangsung.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, mengatakan pihaknya akan melakukan penataan terhadap para pedagang musiman yang selama ini kerap berjualan di sepanjang badan jalan kawasan Pantai Panjang, terutama di sekitar kawasan Sport Center. Penataan dilakukan untuk menciptakan lingkungan festival yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang datang berkunjung.

Menurut Nina, kawasan di depan Sport Center merupakan area yang harus dijaga ketertibannya selama Festival Tabot berlangsung. Oleh karena itu, para pelaku UMKM tidak lagi diperbolehkan berjualan di badan jalan yang berpotensi menyebabkan kemacetan dan mengganggu aktivitas pengunjung.

Sebagai solusi, Pemerintah Kota Bengkulu telah menyiapkan lokasi khusus bagi para pedagang di kawasan dekat menara pantau BPBD Kota Bengkulu. Lokasi tersebut dinilai lebih representatif karena mampu menampung aktivitas perdagangan tanpa mengganggu arus kendaraan maupun mobilitas masyarakat yang menikmati berbagai kegiatan festival.

“Para pedagang tidak lagi berjualan di badan jalan. Mereka akan ditempatkan di lokasi yang sudah disediakan sehingga lebih tertata dan nyaman bagi pengunjung,” ujar Nina, Senin 15 Juni 2026.

Selain memindahkan lokasi berjualan, Dinas Pariwisata juga akan menerapkan sistem penataan yang lebih terorganisir melalui pembagian ruang usaha dan penomoran lapak. Dengan sistem tersebut, setiap pedagang akan memiliki tempat yang jelas sehingga kawasan UMKM dapat terlihat lebih rapi dan mudah diawasi.

Penataan ini sekaligus menjadi upaya pemerintah dalam menciptakan kawasan festival yang lebih profesional. Keberadaan lapak yang tertata diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung saat berbelanja serta meningkatkan daya tarik Festival Tabot sebagai salah satu agenda wisata unggulan di Bengkulu.

Nina menjelaskan, pengaturan kawasan UMKM juga dilakukan untuk menghindari tumpang tindih dengan area parkir yang telah disiapkan selama festival. Pengelolaan ruang yang baik dinilai penting agar seluruh aktivitas, baik perdagangan maupun lalu lintas kendaraan, dapat berjalan secara seimbang tanpa saling mengganggu.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan di lapangan, Dinas Pariwisata telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Instansi yang terlibat antara lain Dinas Perhubungan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), kepolisian, serta pemerintah kelurahan setempat.

Menurut Nina, kolaborasi antarinstansi menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh rangkaian Festival Tabot dapat berjalan lancar. Dengan koordinasi yang baik, setiap aspek pendukung kegiatan, mulai dari pengelolaan UMKM, parkir, keamanan, hingga kebersihan kawasan dapat ditangani secara optimal.

Pemerintah Kota Bengkulu berharap penataan UMKM yang dilakukan tahun ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. Tidak hanya menciptakan kawasan festival yang lebih tertib dan nyaman, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi pelaku usaha lokal yang berpartisipasi dalam Festival Tabot 2026.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....