Harga Cabai Rawit di Pasar Inpres Bintuhan Masih Tinggi

  • 11 Jun 2026 22:59 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID,Bintuhan - Berbeda dengan cabai merah yang alami penurunan harga. Harga cabai rawit hijau dan cabai rawit merah justru terpantau masih tinggi.

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Rakyat Inpres Bintuhan Eli mengatakan, cabai rawit hijau masih dibandrol 75 ribu rupiah per kilogram. Sedangkan cabai rawit merah atau lebih dikenal dengan cabai setan masih dibandrol 80 ribu rupiah per kilogram.

“Cabai rawit yang sekarang masih tinggi harganya, bahkan belum ada alami penurunan. Cabai rawit setan yang harganya paling mahal 80 ribu rupiah per kilogram,” katanya.

Eli menyebut masih tingginya harga cabai rawit ini dipengaruhi oleh pasokannya yang sulit didapat. Bahkan tidak banyak pedagang di pasar yang menjual 2 jenis cabai rawit ini.

Selain itu terkait naik tutrun harga cabai ia tidak dapat memprediksikannya. Hal ini dikarenakan ia sebagai pengecer hanya mengikuti harga dari distributor saja.

“Pasokannya yang memang sedikit, susah kita dapat cabai rawit itu. Kalaupun ada pasti tidak banyak, seperti yang saya jual sekarang inikan hanya seginilah yang saya dapat,” ujarnya.

Sementara itu salah seorang pedagang cabai lainnya Marni mengaku sudah 1 pekan terakhir ia tidak menjual cabai rawit, baik itu cabai rawit merah ataupun cabai rawit hijau. Saat ini ia hanya menjual cabai merah saja.

Hal ini dikarenakan ia sangat sulit mendapatkan pasokan cabai rawit ini. selain itu haganya dari distributor juga tinggi, hal ini juga menjadi penyebab ia tidak menjual cabai rawit.

“Sudah lama juga saya tidak jual cabai rawit ini. Soalnya kan harganya dari distributor itu tinggi juga, kalau kita jual pasti tidak banyak yang beli kita kan jadinya rugi, karena cabai ini cepat busuk,” ujar Marni

Salah seorang konsumen Yanti mengaku saat berbelanja kepasar sering sekali ia menemukan pedagang cabai yang tidak menjual cabai rawit dan hanya menjual cabai merah saja. Namun hal ini tidak menjadi masalah karena ia menilai masih ada cabai merah yang harganya juga sedang turun.

“Biasanya saya juga suka menyetok cabai rawit untuk tanbahan pemedas masakan saya. Tapi sekarang sulit saya dapatkan, kalaupun ada harga juga mahal sekali jadi sekarang saya hanya beli cabai merah saja,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....